Yuk Jumatan! Jangan Lupa Mandi Junub...

Yuk Jumatan! Jangan Lupa Mandi Junub...
Ilustrasi/Net

MENURUT Ustadz Khalid Basalamah, melakukan hubungan suami istri atau berjima' itu boleh kapan saja terutama pada hari Jumat pagi. Hal ini diprioritaskan pada seluruh lelaki muslim yang sudah menikah.

Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abu Hurairah radhiallahu 'anha, dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

"Barang siapa mandi pada hari Jumat seperti mandi junub, kemudian pergi (ke masjid) pada waktu yang pertama, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor unta. Dan barang siapa yang datang pada waktu kedua, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor sapi.

Dan barang siapa yang datang pada waktu yang ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor domba yang bertanduk. Dan barang siapa yang datang pada waktu yang keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor ayam.

Dan barang siapa yang datang pada waktu yang kelima, maka seakan-akan dia berkurban dengan sebutir telur. Maka, jika imam telah keluar, malaikatpun bergegas untuk mendengarkan khutbah." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan keutamaan salat Jumat, namun di situ disebutkan juga tentang mandi junub (ghuslal janabah) pada hari Jumat. Sedangkan mandi junub salah satunya dilakukan setelah ada aktifitas hubungan seksual.

Sehingga salah satu alasan dianjurkannya berhubungan suami istri di waktu Jumat pagi ialah agar dapat menyatukan antara mandi Jumat dan mandi Junub. Wallahu a'lam. []