Istidraj, Hukuman Allah yang Dicicil

Istidraj, Hukuman Allah yang Dicicil
Ilustrasi/Net

Dari Ubah bin Amirradhiallahu anhu, Nabishallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah."

Kemudian Nabishallallahu alaihi wa sallammembaca firman Allah,

"Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al-Anam: 44) (HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalamAl-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).

Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja (Arab: ) yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementaraistidrajdari Allah kepada hamba dipahami sebagai hukuman yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung. Allah biarkan orang ini dan tidak disegerakan adzabnya. Allah berfirman,

"Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui." (QS. Al-Qalam: 44)

(Al-Mujam Al-Lughah Al-Arabiyah, kata: da-ra-ja).

Semua tindakan maksiat yang Allah balas dengan nikmat, dan Allah membuat dia lupa untuk beristighfar, sehingga dia semakin dekat dengan adzab sedikit demi sedikit, selanjutnya Allah berikan semua hukumannya, itulahistidraj. Allah alam [ ]