Hari Gini!!! Masih Ada Warga Cimenyan dan Cileunyi BAB Sembarangan

Hari Gini!!! Masih Ada Warga Cimenyan dan Cileunyi BAB Sembarangan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Meski zaman telah maju, tapi rupanya masih ada warga yang buang hajat di tempat yang tidak layak di beberapa kampung di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Sanitasi yang buruk ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia yang tinggal disekitarnya.

Beberapa waktu lalu, relawan Odesa Indonesia, Ujang Rusmana,Yayan Hadian dan Ketua Pembina Odesa Indonesia Budhiana Kartawijaya sedang meninjau pembangunan Pembangunan Toilet Umum (Sarana Mandi,Cuci dan Kakus/MCK) yang dilakukan Odesa Indonesia di bagian kampung yang terletak di pinggir Hutan Arcamanik.

Tepatnya di Kampung Pondok Buah Batu Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Yayasan Odesa Indonesia membangun toilet umum yang dananya digalang dari Himpunan Alumni Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1986.

"Ini tidak bisa dibiarkan, terlalu lama dengan keadaaan seperti ini menjadi kebiasaan buruk. Orang tak sadar kalau buang hajat sembarangan seperti ini bisa mengancam kesehatan jiwa manusia,” kata Budhiana Jumat (30/10/2020).

Seusai meninjau kegiatan pembangunan Budhiana menyempatkan diri melihat keadaan blok timur dari Kampung Pondok Buah Batu. Tujuannya memastikan apakah di bagian itu keadaan sanitasinya sudah layak atau belum.

“Kampung ini terasa asri karena pepohonan tumbuh subur. Tetapi nahas, kehidupan warga masih terbelakang dalam urusan sanitasi. Kalau tujuh rumah tangga dalam satu blok area ini tidak ada sanitasi yang layak, itu berarti lebih dari 20 orang kesehatannya terancam setiap hari ,” ujarnya.

Terlihat di lokasi yang didatangi Budhiana itu,  terdapat beberapa rumah panggung yang WC nya terbuat dari papan kayu dan bambu. Pelindungnya sebagian dari plastik bekas, atau dari spanduk calon legislatif.  Di bagian dalamnya sangat minim ruang sehingga dipastikan ibu-ibu yang sedang mencuci akan mengalami kesulitan. Belum lagi, WC tersebut sering dipakai bergiliran tetangga sebelahnya yang tidak memiliki WC khusus.

“Ini tidak lebih baik dari blok selatan,” katanya.

Blok selatan yang sedang membangun sarana Toilet tersebut memiliki sarana toilet komunal, tetapi sangat buruk keadaannya. Saluran pembuangan air tinjanya dibuang ke kolam. Sedangkan di blok timur itu terdapat satu toilet kumuh yang menurut pemilik rumahnya sering dipakai beberapa keluarga. Ironisnya, saluran pembuangan akhir tinja dialirkan ke selokan.

Seorang warga, Ibu Enung (45) mengatakan, bahwa ia dan  keluarganya serta tetangganya sudah terbiasa buang hajat tanpa toilet permanen, dan menyatakan memang saat buang hajat kotorannya mengalir ke selokan.

“Iya di sini,” kata Enung sambil menunjuk deretan bambu bulat sebagai tempat nangkring saat orang buang air besar.

Keadaan sanitasi buruk ini menurut Budhiana bukan hanya satu atau dua lokasi. Sejak 2016 lalu, Yayasan Odesa Indonesia telah mengumpulkan data lapangan. Relawan Mahasiswa menemukan setidaknya 70 lokasi dengan keadaan sanitasi buruk dan membahayakan kesehatan karena aliran air dan tempat pembuangan air tinjanya berupa cumplung, cubluk, selokan tanah, atau bahkan sebagian dibuang ke kebun.

Tak hanya di Cimenyan, di Kecamatan Cilengkrang dan Kecamatan Cileunyi persoalan sanitasi buruk masih menjadi bagian hidup warga. Data yang terkumpul di Yayasan Odesa Indonesia, dari tiga kecamatan di sebelah Utara Kabupaten Bandung tersebut terdapat 130 lokasi yang rumah tangganya kumuh.

“Ini pertanda negara tidak bekerja secara baik. Artinya pemerintah tidak mengerti masalah dasar rakyat. Bahkan ada dana desa dari Pemerintah, tetapi tidak ada program khusus untuk perbaikan sanitasi. Kita usahakan terus membantu mereka segera,” katanya.

Budhiana juga menyampaikan agar warga yang mampu bisa berkontribusi pada perbaikan kesehatan melalui pembangunan toilet seperti ini. Sebab hanya dengan solidaritas sosial tersebut keadaan buruk di perdesaan yang tak mendapatkan jatah pembangunan segera beranjak membaik.

"Kualitas manusia Indonesia itu sulit beranjak membaik karena masalah sanitasi dan pendidikan tidak dijawab secara konkret. Kelompok warga non negara yang memiliki empati harus mengambil peran perbaikan bersama. Selain ada pembangunan, Yayasan Odesa Indonesia akan menyertakan program pendampingan hidup sehat," ujarnya.(rd dani r nugraha).