Yadul 'Ulya,  Santri yang Terus Menimba Ilmu di Tengah Pandemi Covid-19

Yadul 'Ulya,  Santri  yang Terus Menimba Ilmu di Tengah Pandemi Covid-19
istimewa
INILAH, Garut- Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk seluruh daerah di Indonesia belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Pelayanan pendidikan, kesehatan, dan geliat perekonomian seakan menjadi kian tak berkepastian. 
 
Kendati begitu, sebagian kalangan masyarakat tetap bersabar dan berupaya bertahan dalam berkegiatannya memenuhi tugas dan kewajibannya demi kemaslahatan kehidupan diri, keluarga, umat, agama, dan bangsa. Seperti diperlihatkan Pondok Pesantren Kuttab Digital Modern Yadul 'Ulya di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut.
 
Di tengah deraan pandemi Covid-19, Yadul 'Ulya justeru kian bersemangat pada komitmen mewujudkan kemandirian pesantren dengan mengembangkan ragam kewirausahaan. Sekaligus berupaya terus menguatkan upaya peningkatan imunitas seluruh komunitas pesantren. Prioritas pengembangan kemandirian wirausahanya meliputi antara sektor tanaman pangan, sayuran/hortikultura, peternakan, dan perikanan dipadukan konsep agro wisata dengan dikembangkannya wahana agropark dan kampung domba.
 
Pun dikembangkan usaha konveksi baju muslim, air isi ulang untuk terafi kesehatan, resto, penjualan sembako murah di Pujapes Baso Aci Jalan Cimanuk, dan anjungan jajanan lainnya. 
Pesantren Yadul 'ulya juga secara tetap menggelar ragam kegiatan sosial sebagai wujud empati serta kepedulian sosial ekonomi terhadap masyarakat terdampak wabah Covid-19. 
 
"Setiap Jum'at, secara bergiliran, kita mendistribusikan bantuan sembako yang bersumber dari kalangan dermawan," kata Pimpinan Yayasan Tahfidz Garut M. Angga Tirta, Sabtu (31/10/2020).
 
Yadul 'Ulya juga tak segan turun langsung mengajak masyarakat melakukan perbaikan sarana umum maupun melakukan penataan lingkungan.
 
Berkaitan kesulitan belajar secara daring, tak lama sejak pandemi Covid-19 merebak, Yadul 'Ulya pun menyediakan fasilitas wifi gratis 
bagi pelajar dan mahasiswa untuk keperluan belajar daring. Setiap pengguna jasa tersebut disediakan fasilitas area khusus, koneksi internet, serta air minum gratis. Namun dilarang keras merokok, dan harus konsisten menerapkan protokol medis.
 
Menurut Angga, kewirausahaan Yadul 'Ulya dikembangkan berbasis ketahanan pangan agar juga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi gizi dan nutrisi bagi internal masyarakat pesantren. 
 
"Pada saatnya, secara terencana, setiap santri bakal dilibatkan agar berketerampilan mumpuni berwirausaha sesuai dengan minatnya masing-masing. Sehingga mereka tak hanya menguasai ilmu agama, melainkan juga bisa memiliki kemandirian usaha dengan bekal mapan keterampilannya," ujar Angga.
 
Yadul ‘Ulya sendiri merupakan lembaga pendidikan pesantren didirikan  empat orang berlatar belakang berbeda namun disatukan visi yang sama, yakni berkeingingan menjadi wahana perbaikan umat melalui pendidikan berbasis al Qur'an. Sebuah pesantren lintas manhaj, komunitas, dan pemikiran. 
 
Dibukanya beragam bisnis dan usaha pesantren, diharapkan dapat menyediakan banyak lapangan pekerjaan serta peluang usaha, baik bagi keluarga pesantren dan sekitarnya maupun umat secara umum.
Semangat tak putus asa untuk menimba ilmu sekaligus mengembangkan kewirausahaan di lingkungan Yadul 'Ulya di tengah pandemi Covid-19 tampak misalnya pada keseharian dilakukan salah seorang santrinya, Mufid.
 
Pria berusia 20 tahun asal Jintap Kecamatna Cetis Kabupaten Ponorogo Jawa Timur itu setiap hari sejak tiga bulan terakhir serius memelajari dan langsung mempraktekkan keterampilannya mengelola pertanian ragam komoditi bernilai ekonomi.
 
Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan suami isteri Sutomo (52) dengan Hindun (50) itu sejak awal kedatangannya ke Yadul 'Ulya memang bertekad menjadi ahli agama sekaligus dapat meraih keberhasilan mandiri berwirausaha.
 
Dia menyebutkan, di pesantren tahfidh al Qur'an Yadul 'Ulya itu, para santri juga dikenalkan dengan olahraga memanah, berkuda serta berenang sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh. Selain, tentu saja, tetap senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta'aala. 
(zainulmukhtar)