Libur Cuti Bersama, Disdukcapil Garut Tetap Layani Masyarakat

Libur Cuti Bersama, Disdukcapil Garut Tetap Layani Masyarakat
Disdukcapil Kabupaten Garut. (zaenulmukhtar)

INILAH, Garut - Sesuai instruksi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut tetap melayani masyarakat berkaitan pengurusan administrasi kependudukan selama masa libur panjang cuti bersama 28-31 Oktober 2020.

Kegiatan pelayanan administrasi kependudukan di lingkungan Disdukcapil Garut bahkan mendapatkan pemantauan langsung Kepala Disdukcapil Pemprov Jawa Barat Dady Iskandar dengan melakukan inspeksi mendadak ke kantor Disdukcapil Garut Jalan Patriot Tarogong Kidul, Sabtu (31/10/2020).

"Kegiatan ini di samping merupakan kegiatan monitoring, juga merupakan wujud apresiasi dan atensi terhadap kabupaten/kota yang telah patuh melaksanakan instruksi Dirjen Dukcapil tentang pelayanan pada saat libur dan cuti bersama pada tanggal 28 sampai 31 Oktober 2020," kata Dady didampingi Sekretaris Indrastuti Chandra Dewi.

Dady menyebutkan, dirinya juga sebelumnya melakukan kunjungan ke kota/kabupaten lain, seperti Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur.

Dady dan rombongan mengakhiri kunjungannya ke Disdukcapil Garut dengan mengunjungi kantor Kecamatan Kadungora yang merupakan salah satu kecamatan ditugasi membantu pelayanan administrasi kependudukan.

Kepala Disdukcapil Garut Rina Siti Syabariah menyambut baik kedatangan Dady dan rombongannya itu. Rina menilai sidak dilakukan Dady dan rombongan merupakan motivasi bagi jajarannya di Disdukcapil Garut dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Rina menyebut, pelayanan kependudukan dibuka Disdukcapil Garut pada masa liburan panjang cuti bersama itu juga dilakukan sesuai arahan Bupati Garut Rudy Gunawan.

Total layanan ditangani Disdukcapil Garut sendiri selama Rabu hingga Jumat (28-30/10/2020), berupa pencetakan sebanyak 463 kartu keluarga (KK) dan sebanyak  4.365 kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, serta penerbitan 419 nomor induk kependudukan (NIK) baru dan 160 akta kelahiran usia 0-18 tahun. (zainulmukhtar)