Paslon Yena-Atep Didukung Masyarakat Bandung Timur yang Gandrung Pemekaran Wilayah

Paslon Yena-Atep Didukung Masyarakat Bandung Timur yang Gandrung Pemekaran Wilayah
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Bandung nomor urut 2, Yena Iskandar Ma'soem-Atep mendapat dukungan dari sejumlah warga yang berdomisili di timur Kabupaten Bandung. 

Puluhan warga yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah timur seperti Kecamatan Cileunyi, Rancakek, Paseh, Majalaya, Solokan Jeruk, Ciparay, hingga Ibun mendeklarasikan dukungannya di kediaman orang tua Yena di Jalan Cileunyi, Minggu (1/11/2020).

Dalam kesempatan itu, sejumlah warga memberikan dukungan dan pernyataan kepada pasangan yang memiliki jargon Dahsyat itu. Majunya Yena-Atep di kontestasi Pilbup Bandung sangat diapresiasi warga di wilayah timur Kabupaten Bandung. Sebab, Yena menjadi wakil masyarakat di wilayah timur untuk mewujudkan perubahan. 

"Hari ini kami berkomitmen untuk memenangkan Yena - Atep yang sudah begitu dekat dengan warga Kabupaten Bandung terutama di wilayah timur. Kita berusaha dan berdoa semoga sukses di Pilkada Kabupaten Bandung," ujar Jajang Fuad (45).

Sementara itu, Syafril (48) juga menyatakan kesiapannya memenangkan Yena. Dia sempat menanyakan ihwal kelanjutan pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT) yang sempat terhenti. Padahal, masyarakat di wilayah timur mendambakan terbentuknya KBT. 

Yena pun menanggapi serius aspirasi dari masyarakat di timur Kabupaten Bandung itu dan sekaligus mengomentari soal pembentukan KBT. Menurut Yena, dorongan pembentukan KBT berawal dari ayahandanya, Almarhum Nanang Ma'soem. 

"Inisiator KBT itu itu bapak saya, almarhum Nanang Ma'soem. Jadi, kalau saya jadi bupati nanti, akan saya lanjutkan cita-cita bapak saya soal KBT," Yena penuh semangat.

Menurut Yena Kabupaten Bandung luas wilayahnya cukup besar dan memiliki 31 kecamatan. Sementara wilayah Bandung Timur sering kurang mendapat sentuhan dari pemerintah, seperti pelayanan publik. Karena wilayah timur Kabupaten Bandung aksesnya terbilang cukup jauh dari pusat pemerintahan di Soreang. 

Padahal, kata dia, Bandung Timur menyimpan segudang potensi untuk mensejahterakan masyarakat di wilayah tersebut. Termasuk menyimpan potensi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Untuk dimekarkan menjadi KBT itu sudah waktunya dan sudah ideal kalau dari berbagai indikator. Tinggal nanti kami akan berjuang untuk mendorong itu (terbentuknya KBT) jika diamanati menjadi bupati. Apalagi ada moratorium. Ini juga kan perjuangan ayah saya sejak lama. Saya adalah putrinya, maka saya akan mewujudkan cita-cita beliau yang belum tersampaikan," katanya. (Dani R Nugraha)