Perpusda Purwakarta Jadi Percontohan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Perpusda Purwakarta Jadi Percontohan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
ilustrasi/net

INILAH, Purwakarta – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Purwakarta terus mengembangkan sebuah inovasi guna meningkatkan minat baca masyarakat di wilayahnya. Ada lima program perpustakaan unggulan (Lipperpul) disediakan. Beberapa di antaranya, berupa penyediaan layanan perpustakaan berbasis digital yang bisa diakses melalui smartphone.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Purwakarta Mohamad Ramdhan menuturkan, jajarannya cukup berbangga hati karena inovasinya mendapat penghargaan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Bahkan, Purwakarta menjadi satu dari 9 kabupaten di Indonesia yang ditunjuk menjadi pilot projek Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Alhamdulillah, inovasi Lipperpul dijadikan percontohan oleh Perpusnas RI. ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami,” ujar Ramdhan, akhir pekan kemarin.

Adapun inovasi Lipperpul yang dimaksud, kata dia, misalnya layanan perpustakaan berbasis e-book itu diberi nama serupa kuliner khas Purwakarta. Ya, Maranggi atau yang jika dipanjangkan berarti Maca Rame-rame Ngangge Digital. Layanan ini, merupakan pengembangan lain dari layanan perpustakaan berbasis teknologi yang sebelumnya diluncurkan pemerintah.

Kemudian, Getuk Lindri atau gerakan untuk literasi mandiri. Lalu, Simping (sumber informasi melalui pelayanan perpustakaan keliling), Selanjutnya, Program Pala Manggu (pelayanan hari Minggu). Terakhir, program yang diberi nama Ngala Manggu (ngabuka layanan Sabtu jeung Minggu).

“Getuk lindri inilah yang menjadi cikal bakal berkembangnya potensi masyarakat. Bentuknya, kegiatan layanan pembinaan dan bantuan untuk pendirian/pembuatan sudut baca atau perpustakaan, baik di instansi pemerintah maupun swasta, lembaga pendidikan, desa/kelurahan, rumah ibadah, TBM, lapas, tempat pelayanan publik maupun komunitas,” jelas dia.

Sedangkan, layanan Maranggi sengaja diluncurkan untuk memudahkan layanan perpustakaan. Karena, dengan layanan ini, masyarakat terutama pelajar bisa mengakses buku bacaan melalui telepon seluler.

“Saat ini, membaca buku di perpustakaan daerah juga bisa dilakukan melalui smartphone,” ujar Ramdhan, Rabu (19/2/2020). 

Dengan inovasi-inovasi ini, pihaknya berharap perpustakaan daerah bisa memberikan kontribusi optimal kepada masyarakat. Apalagi saat ini tengah menghadapi masa pandemi Covid-19. Menurutnya, upaya transformasi perpustakaan bukan hal yang mustahil dalam membantu meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik. 

Untuk itu, sambung dia, peran perpustakaan harus terus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama, untuk mengembangkan potensi masyarakat. Selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat. (Asep Mulyana)