Libur Panjang, PHRI Kab Bogor Bersyukur Tingkat Okupansi Hotel 50 Persen

Libur Panjang, PHRI Kab Bogor Bersyukur Tingkat Okupansi Hotel 50 Persen
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Puncak- Di masa libur panjang akhir pekan kemarin,  okupansi (tingkat hunian) hotel di Kawasan Puncak merangkak naik hingga diangka 50 persen, keadaan ini disyukuri oleh Perhimpunan Hotel Resroran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor.

"Walaupun ada pengetatan arus kunjungan wisatawan, okupansi hotel di Kawasan Puncak ke arah 50 persen atau maksimal batas hunian sesuai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Alhamdulillah dengan tingkat okuvansi seperti saat ini bisa untuk menutupi biaya operasional kami," kata Ketua PHRI Kabupaten Bogor Budi Sulistyo kepada wartawan, Minggu, (1/11).

Ia menerangkan dengan dibolehkannya kembali aktifitas rapat, pelatihan, pendidikan atau lainnya sesuai aturan PSBB pra AKB juga turut membantu usaha jasa perhotelan.

"Kalau akhir pekan kami bergantung kepada kunjungan wisatawan, maka di hari kerja kami mengandalkan pelaksanaan rapat, pelatihan ataupun pendidikan. Untuk hari kerja ini okupansi hotel ada di angka 40 persen," terangnya.

Budi menuturkan untuk mengantisipasi atau mencegah penyebaran wabah Covid 19, sejak awal pandemi wabah Covid 19 jajarannya sudah melaksanakan protokol kesehatan Covid 19.

"Dari dulu kita sudah melaksanakan protokol kesehatan Covid 19,mulai dari pengecekan suhu,  penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan secara rutin dan lainnya. Sejak awal kami selalu melaksanakan himbauan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor," tutur Budi.

Diwawancarai terpisah, General Manager Green Peak Hotel dan juga pejabat teras PHRI Kabupaten Bogor, Rudolf FH Mengko berharap bantuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada pengelola hotel dan pengelola restoran.

"Kami berharap bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada pengelola hotel dan pengelola restoran sebesar Rp 80,9 Miliar segera cair, hal ini akan kami gunakan untuk membayar upah karyawan yang tertunda, perbaikan sarana prasarana  hotel yang rusak dan lainnya," ucap Rudolf.

Ia melanjutkan jajarannya sudah menyerahkan data-data termasuk data pembayaran pajak pada Tahun 2019 kemarin, saat ini PHRI Kabupaten Bogor masih menunggu untuk diverifikasi.

"Saat ini kami menunggu diverifikasi, dengan tuntasnya proses verifikasi maka secepatnya dana bantuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa kami terima melalui Pemkab Bogor. Besar dana bantuan yang diberikan kabarnya sih sesuai dengam besar pembayaran pajak masing-masing hotel,"  lanjutnya. (Reza Zurifwan)