Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19, Gadis Cantik Ini Sebar 'Virus' Kebaikan

Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19, Gadis Cantik Ini Sebar 'Virus' Kebaikan
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Pandemi Covid-19 ke seluruh penjuru dunia melahirkan kepedulian sesama manusia. Termasuk, anak-anak muda yang berada di ibu kota Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jobodetabek).

Sesuai nuraninya, Devina Bharwani berharap dengan bersikap empati atau peduli sesama manusia maka generasi penerus Bangsa Indonesia bisa lebih cerah masa depannya.

"Walaupun saat ini Indonesia dan dunia dalam masa 'kegelapan' karena pandemi Covid-19, sebagai generasi penerus dan youth power Bangsa Indonesia kami tetap berharap hari esok bisa lebih cerah. Inilah alasan saya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19," kata Devina kepada wartawan, Minggu (1/11/2020).

Remaja berusia 17 ini berupaya menularkan 'virus' empati sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, tetapi sangat membutuhkan peran orang lain.

"Kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan selama kita mampu melakukannya maka tidak alasan lain untuk tidak membantu sesama, bukan hanya soal materil, bahkan pikiran atau ide-ide kita saya yakin bisa membantu orang lain. Virus empati sosial inilah yang kita ingin tularkan terutama sesama remaja," terangnya.

Devina menuturkan, sejauh ini sudah melakukan sosialisasi dan edukasi dilingkungan sekitar tempat tinggal maupun di Jabodetabek mengenai cara pencegahan penyebaran covid 19 dan bagaimana menanggulanginya.

"Di setiap kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan penyebaran maupun penangganan Covid-19, kegiatan kami yang didukung oleh para orang tua selalu barengi dengan pembagian masker, hand sanitizer dan beberapa kebutuhan pokok masyarakat," tutur Devina.

Kepada masyarakat dan khususnya sesama remaja, ia mengajak semuanya melaksanakan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, menggunakan hand sanirizer, mrnjaga jarak dan lainnya agar kita tidak terpapar wabah Covid 19.

"Pandemi diprediksi akan berlangsung cukup lama, hal itu bisa karena kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran Covid-19. Bahkan masyarakat cenderung tidak peduli. Disinilah peran kita untuk mengedukasi masyarakat terutama dari kalangan tidak mampu agar mereka lebih peduli akan dampak atau bahaya dari Covid-19," jelasnya.

Sedangkan, Diah Astriningsih (40 tahun) yang sehari-sehari bekerja sebagai pemulung mengaku terbantu akan adanya kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan penyebaran maupun penangganan Covid-19 yang dilakukan anak-anak muda seperti Devina. 

"Kita tak hanya berterima kasih tetapi juga bangga karena ada anak remaja yang peduli kepada sesamanya, kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan  penyebaran maupun penangganan Covid-19 ini penting ya karena kami belum pernah diajarkan cara pencegah dan penangganan Covid-19. Kita saat ini terpaksa masih bekerja mencari barang rongsokan demi bisa makan dan mensekolahkan anak-anak, kalau kita terus terang tidak bisa bekerja dari rumah," kata Diah.

Agus Tri Purwanto pemulung lainnya berharap bantuan tidak hanya berupa 'lauk' tetapi juga berupa 'kail'. Sebab, dengan 'kail' menurutnya bisa mengentaskan diri dari kemiskinan.

"Kami juga tidak mau hidup dalam kemiskinan  terus menerus, oleh karena itu ada harapan bahwa bantuan yang diberikan berupa 'kail' atau pembinaan peningkatan kemampuan. Semoga pemerintah daerah ada program kerja untuk kaum pemulung," harap Agus. (Reza Zurifwan)