Cemari Ciliwung, Pabrik Tahu Segera Ditindak

Cemari Ciliwung, Pabrik Tahu Segera Ditindak
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor segera menindaklanjuti adanya dugaan pencemaran lingkungan dari pabrik tahu yang membuang limbahnya langsung ke sungai Ciliwung di wilayah Kecamatan Bogor Utara. 

Untuk itu, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor dibantu aparatur wilayah akan melakukan pemanggilan serta pengecekan lapangan kepada beberapa pabrik tahu. Kepala DLH Kota Bogor Deni Wismanto mengatakan, pihaknya segera menggerakan tim untuk melihat lokasi-lokasi yang diduga melakukan pencemaran.

"Kami turunkan tim teknis untuk membantu penanganan dari limbah-limbah atau pencemaran-pencemarannya kalau ada dan seperti apa langkahnya nanti harus dicek dahulu," ungkap Deni kepada INILAH, Sabtu (31/10/2020).

Dia melanjutkan, mungkin nanti pihaknya juga melihat itu masuk ketegori pabrik atau apa, karena kalau dilihat itu masih masuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

"Untuk langkahnya kita lihat dahulu tapi yang jelas tidak ada izin ya untuk membuang limbah ke sungai," tegasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra menuturkan beberapa titik berhasil disurvei dan dilihat langsung Wali Kota Bogor Bima Arya. Dia menegaskan, pihaknya segara memanggil pemilik atau pengelola di sekitaranya untuk ditanyakan apa alas hak dan dasar-dasarnya yang mereka miliki.

"Kalau pabrik tahu sudah berjalan satu tahun dan empat pabrik tahu di RW 02 Ciparigi sudah berjalan sekitar tujuh tahun. Mereka masuk kategori UMKM," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan untuk sungai Ciliwung dari Teplan menuju Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal ada beberapa yang rawan karena adanya limbah tahu dan dirinyan meminta segera ditertibkan. 

"Ya, ada sekitar lima pabrik hasil penelusuran melalui sungai Ciliwung dan saya minta DLH serta aparatur wilayah mengambil langkah kongkrit apabila ada pelanggaran," tegasnya. (Rizki Mauludi)