Klaster Keluarga Mengancam! Angka Positif Covid-19 di Garut Tembus 720 Kasus

Klaster Keluarga Mengancam! Angka Positif Covid-19 di Garut Tembus 720 Kasus
Antara Foto

INILAH, Garut- Angka positif Covid-19 di Kabupaten Garut hingga kini masih naik menjadi sebanyak 720 kasus. 
Hal itu menyusul ada penambahan sebanyak empat kasus baru positif Covid-19 dari tiga kecamatan pada Sabtu (31/10/2020).

Menurut Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut Muksin, sebanyak tiga kasus baru itu di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT PCR) Laboratorium RSUD. dr. Slamet Garut pada  sebanyak 108 sampel swab, yaitu perempuan (KC-717) usia 36 tahun dari Kecamatan Karangpawitan, perempuan (KC-718) usia 54 tahun dari Kecamatan Kadungora, dan perempuan (KC-720) usia 19 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul.

Sedangkan satu kasus lainnya terkonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain, yaitu perempuan (KC-719) usia 18 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul. 

Disebutkan, hingga Sabtu malam, dari total jumlah positif Covid-19 sebanyak 720 kasus di Kabupaten Garut, terdapat sebanyak 310 pasien terpapar Covid-19 masih dalam isolasi perawatan di rumah sakit, dan sebanyak 395 pasien lainnya dinyatakan sembuh. Sedangkan 15 pasien lainnya meninggal dunia.

Tidak ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Namun mereka berstatus kontak erat maupun suspek Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri terbilang banyak. Mereka terdiri atas sebanyak 1.391 orang berstatus kontak erat, dan 50 orang berstatus suspek. Terdapat pula dua pasien suspek dalam isolasi perawatan di rumah sakit.
Dikatakan, penambahan kasus-kasus positif Covid-19 di Garut belakangan ini masih tetap didominasi penularan antar anggota keluarga atau klaster keluarga. 

Karenanya, Muksin yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut itu mengingatkan semua orang agar tetap mewaspadai potensi ancaman penularan virus SARS-Corv2 itu dalam lingkungan keluarga. 

"Upaya pencegahan untuk mengurangi risiko penularan bisa dilakukan dengan tetap tetap memakai masker di rumah, menerapkan etika batuk dan bersin, mencuci tangan pakai sabun, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta mengelola stres," ingatnya. 

Sedangkan penularan Covid-19 pada klaster pesantren yang sempat mengejutkan warga Garut beberapa waktu lalu telah ditangani.

"Mudah-mudahan tidak bertambah lagi di kalangan santri maupun masyarakat, khususnya di Ponpes Cipari atau pesantren yang lainnya. Sampai hari ini. tidak ada penambahan. Alhamdulilah !" kata Wabup Garut Helmi Budiman saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VIII Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pengurus Daerah Kabupaten Garut di Gedung Islamic Center Garut, Jumat (30/10/2020).(zainulmukhtar)