Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kota Bogor Gelar Rapid Test 

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kota Bogor Gelar Rapid Test 
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Mengantisipasi penyebaran Covid-19 di libur panjang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelar rapid test massal gratis di beberapa titik lokasi kedatangan pengunjung. 

Sejumlah titik itu di antaranya terminal, stasiun, dan tempat wisata. Khusus di Stasiun KRL Bogor, rapid test digelar dua hari berturut-turut pada Kamis-Jumat (29-30/10/2020).

Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno menuturkan, untuk antisipasi libur panjang dan cuti bersama ini pihaknya melakukan upaya-upaya pencegahan yang utamanya di titik-titik masuk Kota Bogor juga tempat wisata. 

"Jadi mulai dari Rabu sampai hari ini, kami melakukan setiap hari. Yg pertama di terminal baranangsiang hari Rabu hingga Kamis. Sebenarnya sasaran setiap hari 100 orang hingga 150 oramg, tetapi hari rabu kami mendapatkan 50 orang saja. Dan hari kamis di stasiun sekitar 50an jauh dr target yang kami siapkan. Kemudian di hari Jumat kami lakukan di stasiun, taget juga 150 orang hingga 200 orang, ekspektasi saya mungkin banyak yang akan masuk Kota Bogor dengan kendaraan umum. Ternyata juga kami hanya mendapatkan sekitar 60 orang saja. Kemarin di tempat wisata Jungle BNR dan hari Minggu ini di Kebun Raya Bogor (KRB)," ungkap Retno kepada INILAH, Minggu (1/11/2020).

Retno menjelaskan, sasaran tetap mengharapkan 100 orang hingga 150 orang yang bisa dirapid dari jumlah pengunjung. Di KRB ini hanya mendapatkan sekitar 42 orang dan hasilnya non reaktif semua. Dari total jadi kurang lebih hanya 250 orang saja, hanya separuh dari targetnya. 

"Untuk yang reaktif di Baranangsiang hanya satu orang, sementara di jungle BNR empat orang, satu warga Kota Bogor dan sisanya Jakarta. Kami harapkan yang warga Kota Bogor melakukan swab di Dinkes dan yang dari luar kota disarankan untuk kembali dan tidak masuk ke area wisata. Reaktif jadi ada sekitar 10 total dari kegiatan Rabu sampai Minggu," jelasnya.

Retno memaparkan, di terminal juga relatif sepi, hari pertama dan kedua liburan tenryata tidak ramai. Pihaknya padahal mengharapkan kemarin pengunung yang baru masuk di kedatangan bus ternyata tidak banyak. Itu dibantu juga oleh Satpol PP untuk mengarahkan, ada beberapa yang tidak bersedia karena ini sifatnya sampling dan random, tidak semua harus diperiksa. (Rizki Mauludi)