Pakar Sebut Kondisi Ekonomi Kota Bandung Akan Lebih Cepat Pulih

Pakar Sebut Kondisi Ekonomi Kota Bandung Akan Lebih Cepat Pulih

INILAH,Bandung,- Pakar Ekonomi, peneliti yang juga Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi menyebut Kota Bandung dapat lebih cepat pulih dari krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

Acu mengatakan, perekonomian Kota Bandung 60% ditopang oleh sektor perdagangan, industri dan jasa akomodasi makan minum. Sehingga, potensi untuk cepat lolos dari jerat krisis ekonomi dapat lebih cepat.

"Tiga sektor itu kontribusinya lebih dari 60 persen terhadap ekonomi Kota Bandung. Jadi kalau tiga sektor iu pulih, maka ekonomi Kita Bandung itu akan cepat normal. Dan kita harus bangun optimisme dalam pemulihan ekonomi itu," ungkap Acu saat mengisi Focus Group Discussion (FGD) Pra Ngopi Bandung yang digelar Humas Kota Bandung, Rabu (28/10/2020) di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung.

Acu menambahkan, indikator Kota Bandung dapat lebih cepat pulih juga terlihat dari tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan. Kendati transaksi masih berkisar di angka 1- hingga 15%, namun jumlah kunjungan sudah mulai masuk ke angka 70 persen. Begitupun dengan okupansi hotel yang sudah masuk ke angka 40%.

Dikatakan Acu, saat ini yang harus dilakukan Pemkot Bandung adalah tetap mengawal penerapan protokol kesehatan. Jika hal itu dapat terus diterapkan kalangan dunia usaha, maka jerat krisis dapat segera dilalui.

Acu juga mewanti-wanti agar harga kebutuhan pokok dapat terus dijaga agar tidak mengalami kenaikan serta penyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dilakukan dengan tunai sehingga dapat mendorong daya beli masyarakat.

"Kuncinya bagaimana Pemkot Bandung dapat terus mengawal penerapan protokol kesehatan. Insya Allah badai krisis dapat segera dilalui," tandasnya.

Acu menyebut krisis saat ini agak unik karena membatasi orang untuk bergerak. Karenanya untuk mendorong geliat ekonomi salah satunya adalah melakukan tutup buka ekonomi dengan mengawal protokol kesehatan.

Perlu diketahui, pemulihan ekonomi memang menjadi salah satu target Pemkot Bandung untuk dapat segera lepas dari jerat krisis.Karena itulah berbagai langkah pun terus dilakukan termasuk menyerap aspirasi melalui kegiatan FGD dengan melibatkan para pakar. Targetnya tak lain untuk mendapatkan masukan terkait formula yang tepat menghadapi badai krisis.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya saat membuka kegiatan FGD tersebut. Sony berharap, selain mendapat kritikan dan masukan yang dihasilkan dari FGD tersebut bersifat konstruktif dan solutif yang diberikan kepada Pemkot Bandung.

"Dan hasil percakapan kita semua akan dibawa menjadi satu masukan kepada pimpinan yang dibahas dalam pertemuan NgoPi Bandung atau Ngobrol Perihal Kota Bandung bersama Wali Kota, Wakil Wali kota, dan Sekda," ucapnya.

Sedangkan Direktur Pemberitaan Ayobandung, Rahim Asyik mengatakan, Pemkot Bandung harus lebih jeli memperhatikan informasi yang dicari masyarakat saat ini. Informasi dikemas dengan baik agar masyarakat jadi tahu hal yang dilakukan Pemkot Bandung.

"Warga Kota Bandung bisa merasakan langsung (manfaatnya), tapi jika di internet, orang akan secara tidak langsung membandingkan dengan daerah lain. Dari sekian banyak kegiatan harus dipilih apa yang bisa dimunculkan dengan bagus. Harapannya bisa memicu optimisme dan berdampak besar," katanya.

"Jadi kuncinya optimisme harus dimunculkan saat orang dalam kebingungan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Untuk menimbulkan optimisme ini juga harus terukur jangan sampai kebablasan," lanjutnya.

Sementara itu, pegiat sosial, Andri Perkasa Kantaprawira mengapresiasi Pemkot Bandung dalam melakukan langkah-langkah yang prinsipil dalam rangka pemulihan ekonomi. Namun untuk kesehatan harus bersama-sama secara konservatif.

"Untuk meningkatkan optimisme, keterbukaan informasi juga sangat penting. Saya pun apresiasi dana bantuan sosial tunai yang dilakukan. Kelebihan Mang Oded itu jiwa kerakyatannya, harus dibangun juga komunikasi yang intensif dengan pemimpin-pemimpin warga," ucapnya.