Jalan Puncak II Dibangun Kementerian PUPR pada 2022

Jalan Puncak II Dibangun Kementerian PUPR pada 2022
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Citeureup - Berkat lobi yang dilakukan Pemkab Bogor dan anggota  Badan Anggaran (Banggar) DPR Mulyadi, Jalan Poros Tengah Timur atau Puncak II langsung direspons pemerintah pusat.

Pada 2021 nanti, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membuat kajian detail engineering design (DED) lalu memulai dilakukan pembangunan pada 2022 mendatang.

"Saya sudah menyuarakan aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor baik di Banggar maupun Komisi V DPR, Insyaallah tahun 2021 Kementerian PUPR akan membuat DED dan tahun 2022 melaksanakan pembangunan Jalan Puncak II," kata Mulyadi kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

Mantan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat ini menerangkan pembukaan ataupun pembangunan Jalan PTT atau Puncak II ini sangat strategis hingga karena pembiayaannya yang cukup besar maka harus dibiayai pemerintah pusat.

"Kawasan Puncak bukanlah wajah Kabupaten Bogor tetapi wajah nasional hingga pembangunan Jalan PTT atau Puncak II harus dibiayai oleh pemerintah pusat, Jalan PTT atau Puncak II ini bukan hanya solusi akan kemacetan lalu lintas kendaraan di Kawasan Puncak tetapi juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar seperti di Kecamatan Citeureup, Babakan Madang, dan Sukamakmur," terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto menuturkan untuk mengetuk hati pemerintah pusat maka mulai hari ini dengan biaya Rp5 miliar Pemkab Bogor dibantu Kodim 0621 mulai membuka atau membangun Jalan Puncak II.

"Pemkab Bogor sangat serius untuk membangun Jalan Puncak II, kalau pun nanti pemerintah pusat tidak menanggung biaya pembangunannya maka akan kita lakukan secara bertahap. Tapi saya yakin pemerintah pusat akan menanggung melakukan pembangunannya walaupun itu menggunakan tahun jamak karena prakiraan biaya pembangunan jalan ini di atas Rp1,2 triliun," tutur Rudy.

Sedangkan, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan pembangunan Jalan Puncak II kini terbilang sangat mendesak. Dia meyakini, jalan ini nantinya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tak hanya di 3 kecamatan namun bagi 4 kecamatan lainnya di wilayah timur Kabupaten Bogor.

"IPM (indeks pembangunan manusia) di wilayah timur Kabupaten Bogor perlu ditingkatkan, lalu seperti kita ketahui maka dengan terbangunnya Jalan Puncak II maka bisa menjadi solusi bagi kemacetan lalu lintas kendaraan di Kawasan Puncak. Kita tidak hanya mendesak, tetapi juga sudah memperjuangkan aspirasi ini ke pemerintah pusat," jelas Ade.

Sementara, Komandan Kodim 0621 Letkol (Inf) Sukur Hermanto melanjutkan pembangunan Jalan Puncak II ini dibangun jajarannya melalui program Karya  Bakti TNI Skala Besar. Namun, untuk pelaksanaan jajarannya dibantu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor.

"Sebanyak 50 personel TNI, dibantu 11 alat berat dari Dinas PUPR dan masyarakat sekitar mulai membangun Jalan Puncak II dengan target pelaksanaan hingga 50 hari. Kami optimistis bisa mencapai target walaupun ada kendala cuaca karena Bumi Tegar Beriman kerap diguyur hujan pada sore hari," ujarnya. (Reza Zurifwan)