Sempat Vakum Lantaran Pandemi, Bandung Capetang Kembali Digelar

Sempat Vakum Lantaran Pandemi, Bandung Capetang Kembali Digelar
istimewa

INILAH, Bandung - Gelaran Bandung Conversation with People in English (Capetang) kembali hadir. Belum lama ini, Bandung Capetang bersama Ma'had Al-Islami Abu Seno Indonesia menggelar acara diskusi di Sekemala Integrated Farm (Sein Farm).

Misan Anan Alamsyah selaku penanggung jawab kegiatan yang sekaligus mentor di Bandung Capetang mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kembali kemampuan para peserta dalam berbahasa Inggris.

“Tentunya pelaksanaan ini jumlahnya dibatasi dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung,” kata Misan, Senin (2/11/2020).

Menurut dia, Capetang merupakan salah satu kegiatan yang digagas Bagian Humas Kota Bandung sejak 2016. Kegiatan ini untuk menyukseskan salah satu Program Bandung Fun Days, yaitu Kamis Inggris. 

Nama program tersebut, diambil dari kata capetang dari Bahasa Sunda yang berarti lancar berbicara. Saat ini Bandung Capetang memiliki anggota atau peserta aktif sebanyak 150 orang. 

Di masa pandemi Covid-19 ini, Misan mengaku belum bisa menyelenggarakan kegiatan Bandung Capetang di dalam ruangan secara rutin dan tatap muka. Apalagi masih banyak peserta memilih untuk tidak berkerumun.

Kini ia pun tengah mempertimbangkan untuk menyelenggarakan Bandung Capetang secara daring melalui aplikasi virtual yang telah tersedia.

“Nah ini, sebenarnya sudah pernah dilakukan. Namun saya tidak aktif karena kendala teknis. Saya ingin mengembangkan itu dengan dibantu oleh beberapa orang yang berkompeten di bidang IT,” ucapnya.

Misan yang juga mengajar di Universitas Nasional Pasim mengungkapkan, latar belakang Bandung Capetang sebetulnya diperuntukkan bagi para ASN di lingkungan Pemkot Bandung. 

Namun dalam perkembangannya kegiatan tersebut merambah ke masyarakat khususnya kaum milenial untuk mengembangkan potensi berbahasa asing.

“Ini salah satu wadah atau komunitas bagi warga Kota Bandung untuk mengasah kemampuan berbahasa inggris, khususnya bagi kaum milenial,” ujar dia.

Di tahun ke-4, kegiatan ini dia berharap terus berkembang dan semakin menarik perhatian warga agar mau belajar. Sehingga setiap orang di Kota Bandung mahir berbahasa Inggris.

Di program itu, siapa pun boleh ikut. Mulai dari pelajar, pensiunan, ibu rumah tangga, hingga ASN. Program ini digelar tanpa dipungut biaya. Peserta boleh memanfaatkan Capetang untuk saling mengobrol dalam Bahasa Inggris. Syaratnya, asal punya keinginan dan minat untuk mengobrol. (Yogo Triastopo)