Ini Daftar Aliran Korupsi PT DI Mengalir

Ini Daftar Aliran Korupsi PT DI Mengalir
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Kerja sama fiktf yang dilakukan mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso dan mantan Direktur Niaganya Irzal Rinaldi telah merugikan negara hingga Rp320 miliar lebih. Dalam dakwan JPU KPK, uang tersebut juga dinikmati orang lain hingga korporasi.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (2/11/2020), tim JPU KPK pun membongkar aliran dana korupsi perusahaan BUMN tersebut.

JPU KPK Ariawan Agustiartono menyebebutkan, perbuatan para terdakwa yakni melakukan kerjasama fiktif penjualan telah memperkaya diri sendiri dan orang lain. Serta mengakibatkan negara mengalami kerugian negara sebesar Rp202 miliar dan US$8,6 juta (Rp120 miliar) sebagaimana hasil perhitungan BPK RI

”Perbuatan terdakwa telah memperkaya diri sendiri, yakni terdakwa satu Budi Santoso sebesar Rp2 miliar, dan terdakwa dua Rp13 miliar,” ujarnya.

Kemudian memperkaya orang lain, yakni konsumen pemberi kerja (end user), PT DI sebesar Rp178 miliar, Budiman Saleh sebesar Rp686 juta, Arie Wibowo Rp1 miliar, dan memperkaya korporasi yaitu perusahaan mitra penjualan total sebesar Rp82 miliar lebih.

Usai persidangan Ariawan menyebutkan, jika PT DI intinya melalui dua orang terdakwa ini telah melakukan serangkaian kerjsama fiktif dengan perjannjian pembagian keuntungan, untuk PT DI sebesar 90 persen dan untuk perusahaan yang dipinjam benderanya sebesar 10 persen.

”Kalau melihat di BAP ada sekitar 120 orang saksi, tapi akan kita kerucutkan hingga 90 atau 80 orang. Karena mengejar waktu penahanan para terdakwa juga,” ujarnya.

Disinggung instansi penerima manfaat akan dihadirkan, seperti Basarnas, Kemenhan, BPPT, Kemenhan Pothan, Kemenhan AD dan Kemenhan AL, Ariawan mengaku akan melihat dulu perkembangan di persidangan.

”Itu kan masih lama, kita lihat saja nanti perkembangan di persidangan,” ujarnya. (Ahmad Sayuti)