Tiga Pohon Besar di Pusat Kota Bogor Tumbang

Tiga Pohon Besar di Pusat Kota Bogor Tumbang
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Akibat diterpa angin kencang, tiga pohon besar di pusat Kota Bogor tumbang. Empat orang dilaporkan luka-luka dan tiga unit motor mengalami kerusakan, Senin (2/11/2020). 

Tiga pohon itu satu di Jalan Ahmad Yani, satu di Jalan Djuanda serta terakhir di Jalan Dadali. Ketiga pohon ini segera ditangani Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor.

Pohon tumbang terbesar yakni di Jalan Djuanda dengan jenis beringin setinggi 20 meter dan menghalangi sebagian besar ruas jalan Djuanda hingga mengakibatkan kemacetan panjang. Kemacetan mengular hingga ke Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista). Tak cuma itu, dua orang pengendara motor jadi korban dan mesti dilarikan ke rumah sakit karena tertimpa pohon.

"Kejadiannya pukul 12.00 WIB lebih lah. Pas angin kencang, terus tumbang. Ada korban dua orang, pengedara motor, perempuan. Lukanya katanya di kepala, tapi nggak sampai berdarah. Tadi ada bapak-bapak juga hampir tertimpa pohon tumbang," ungkap seorang saksi mata, Benninu.

Ben menambahkan, untuk kedua korban, langsung dibawa ke RS menggunakan angkutan kota (angkot) yang melintas.

"Saat ini tengah dipangkas batang pohon yang tumbang oleh petugas Disperumkim Kota Bogor," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PJU, Pertamanan dan Dekorasi Kota Disperumkim Kota Bogor Feby Darmawan menuturkan pohon tumbang dijalan Djuanda berjenis beringin dengan setinggi kurang lebih 20 meter.

"Itu pohonnya di lahan pribadi. Kalau dugaan sementara kami itu sudah keropos, alasnya itu sudah disemen, jadi tidak tumbuh maksimal. Belum lagi angin yang kencang, hujan tadi pagi. Ditambah air tidak bisa masuk masuk sempurna ke dalam tanah," ungkap Feby.

Feby melanjutkan, sejauh ini, sudah ada tiga kejadian pohon tumbang pada Senin (2/11/2020). Selain di Jalan Djuanda, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Dadali dan Jalan Ahmad Yani yang memakan dua korban luka. Dari data korban luka merupakan pegawai Kelurahan Tanah Sareal serta satu korban lagi pegawai Badan Kesbangpol Kota Bogor.

"Pohon tumbang ini juga akibat anginnya sedang kencang. Kami imbau warga jangan berteduh di bawah pohon, apalagi saat cuaca hujan. Agar lebih aman. Semua pohon tengah kami evakuasi agar jalanan bisa kembali lancar. Untuk personil kami masih terbatas," tuturnya.

Feby mengaku, untuk para korban luka sudah dibawa ke rumah sakit, sementara kendaraan sudah diamankan. Untuk kerusakan bisa diajukan ke pihaknya karena ada program asuransi pohon dengan syarat awal selama pohon itu berada dilahan Pemkot Bogor.

"Untuk kasus jalan Djuanda, bisa coba diajukan ke asuransi, tetapi apakah di setujui atau tidak tergantung dari pihak asuransi yang mengecek ke lapangan. Para korban juga bisa mendapatkan santunan dari asuransi," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Minggu (1/11/2020) hingga pukul 15.00 WIB, sebagaimana menurut prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut BMKG, wilayah yang dapat terdampak cuaca hujan sedang hingga lebat dan dapat disertai dengan petir dan angin kencang tersebut meliputi Bogor Selatan, Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Barat, Bogor Utara dan Tanah Sareal. Ada pula Kota Depok adalah Sawangan dan Bojongsari juga diperkirakan terjadi hujan lebat dan sedang yang dapat disertai angin kencang. (Rizki Mauludi)