Unpak Siap Jadi Perguruan Tinggi Berareditasi Internasional

Unpak Siap Jadi Perguruan Tinggi Berareditasi Internasional
Rektor Unpak Bibin Rubini. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Diusianya yang ke 40 tahun universitas Pakuan (Unpak) mencoba go internasional dengan melakukan akreditasi internasional, hal itu diungkapkan oleh Rektor Unpak Bibin Rubini usai merayakan dies natalis Unpak ke 40 di gedung Graha Pakuan Siliwangi, Kecamatan Bogor Tengah pada Senin (2/11/2020) siang.

Selain itu Unpak juga segera meluncurkan buku dengan judul 40 tahun universitas Pakuan mengabdi membuat SDM unggul, mandiri dan berkarakter.

"Catatan saya tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan unpak sekarang ini adalah hasil sumbangsih atau kontribusi rekan-rekan wartawan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terutama informasi-informasi tentang kemajuan yang telah dicapai oleh Unpak ini. Mengenai kerjasama-kerjasama baik didalam maupun luar negeri sudah kami rintis juga, mudah-mudahan Unpak dalam waktu yang tidak lama akan mendapat suatu akreditasi internasional. AKAS dari Jerman, mudah-mudahan tidak lama lagi ada tim pendampingan AKAS. Mudah-mudahan setahun kedepan bisa, mahasiswa asing sudah ada trial," ungkap Bibin.

Bibin melanjutkan, hungga kini Unpak telah berusia 40 tahun dari pertama didirikan oleh salah seorang Wali Kota Bogor yaitu Kolonel Ahmad Syam yang mendirikan satu perguruan tinggi swasta hasil fungsi dari bebebrapa perguruan tinggi swasta di Kota Bogor sejak tanggal 1 November 1980.

"Ya maka tanggal itulah dijadikan pijakan dies natalis universitas pakuan. Perkembangannya memang sangat luar biasa, dulu ada empat fakultas dan berkembang menjadi enam fakultas dan sekarang sudah delapan fakultas. Jadi delapan itu, enam diantaranya fakultas, satu sekolah pasca sarjana dan satu lagi sekolah Advokasi," tambahnya.

Bibin memaparkan, dari delapan fakultas ini, pihaknya memiliki 36 program study dan delapan diantaranya memang sudah terakreditasi A, kemudian 24 itu terakreditasi B, satu lagi masih terakreditasi C. Dan sisanya dua yang masih reakreditasi. Jadi dengan kekuatan sekitar 452 tenaga pengajar disamping dengan bantuan tenaga non edukatif sebanyak 300 orang, Unpak sekarang sudah berkembang menjadi perguruan tinggi yang memang memiliki jumlah mahasiswa sebanyak hampir 15 ribu orang dan ini merupakan suatu sumber daya yang sangat baik bagi perkembangan Unpak sebagai perguruan tinggi swasta. 

"Yang memang kita harus akui bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta ini harus ditingkatkan dengan mengedepankan peningkatan kualitas SDM, terutama para dosennya yang sudah gelar S2, kami tingkatkan ke gelar S3," tuturnya.

Bibin menjelaskan, yang saat ini mempuni jabatan sebagai fungsional mulai dosen ahli, rektor-rektor dan guru besar, Unpak sekarang delapan guru besar dan semuanya didalam. Kemarin tahun 2019 ada tambahan tiga orang kemudian tahun 2020 ada satu orang, mudah-mudahan tahun ini juga ada tambahan dua orang, jadi total kita ada delapan orang guru besar.

"Unpak juga memiliki lembaga penjaminan mutu yang merupakan sebuah jaminan tentang lulusan Unpak. Mudah-mudahan kedepan Unpak sebagai perguruan tinggi memiliki visi sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan SDM yang unggul, mandiri dan berkarakter bisa tercapai," pungkasnya.