Kecewa, KAMMI 'Hadiahi' DPRD Garut Karangan Bunga Omnibus Law

Kecewa, KAMMI 'Hadiahi' DPRD Garut Karangan Bunga Omnibus Law
Foto: Zainulmukhtar

NILAH, Garut- Kecewa atas sikap DPRD Kabupaten Garut akan janjinya menyatakan penolakan terhadap Omnibus Law atau Undang Undang Cipta Kerja dan membahas persoalan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMMI) Garut 'menghadiahi' DPRD dengan sebuah karangan bunga cantik, Senin (2/11/2020).

Sebuah karangan bunga ucapan selamat dan sukses atas bergulirnya Omnibus Law yang justeru didukung DPRD Garut. Karangan bunga tersebut tampak dipasang persis sebelah kiri depan gerbang masuk gedung DPRD Garut Jalan Patriot Kecamatan Tarogong Kidul. 

Ketua Umum Pimpinan Daerah KAMMI Garut terpilih belum lama ini, Hamzah Sayyid, menyatakan pihaknya kecewa atas sikap DPRD Garut yang hingga kini tak juga memberikan jawaban atas permintaan audensi KAMMI mengenai Omnibus Law, sejak suara tuntutan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Garut dan kalangan buruh terkait penolakan Omnibus Law menggema sebulan lalu. 

Kekecewaan bertambah dengan janji DPRD Garut pada 12 Oktober 2020 mengenai akan dibahasnya persoalan Omnibus Law dalam Rapat Paripurna DPRD yang ternyata tak jua terbukti. Salah satu penandatangan dari pihak DPRD Garut ketika itu yakni Wakil Ketua DPRD Garut Enan.

Menurut Hamzah, sebagai respon atas sikap DPRD Garut seperti itu maka KAMMI pun memberikan apresiasi dengan memasang karangan bunga Omnibus Law.

"Perjuangan DPRD Garut dalam mempertahankan Omnibus Law sangat KAMMI apresiasi. Setelah beribu-ribu buruh turun ke jalan namun DPRD Garut tetap enggan menunjukkan sikap menolak terhadap pengesahan Omnibus Law," sindirnya.

Apreasi sama, kata Hamzah, juga diberikan KAMMI terhadap kalangan oligarki yang telah mengeluarkan banyak modal untuk membeli lidah wakil rakyat demi terpenuhinya hajat kerakusan dalam bingkai kapitalisme.

"Kami ucapkan pula selamat datang kepada para investor BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) maupum BUMS (Badan Usaha Milik Swasata) yang telah siap menguras SDA (sumber daya alam) hingga SDM (sumber daya manusia) Indonesia ! Garut sangat memesona untuk diekspoitasi. Jangan sungkan untuk menjajah putra daerah dan lingkungan kami. Akhirnya kita semua akan mati dan alam akan kiamat !" kata Hamzah jengkel. 

Namun demikian, ingatnya, KAMMI mengajak semua pihak seperjuangan untuk terus melakukan penolakan terhadap Omnibus Law. 

"Perjuangan kita belum selesai, sampai DPRD Garut secara lisan dan tulisan menyampaikan sikap menolak dengan Keras Omnibus Law sebelum diberlakukan!" serunya.(zainulmukhtar)