Ustazah Muda di Cibinong Tewas dalam Sumur, Ini Dugaan Warga

Ustazah Muda di Cibinong Tewas dalam Sumur, Ini Dugaan Warga
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cibinong- Maya, ibu muda beranak dua berusia 28 tahun akhirnya ditemukan keluarga di dalam sumur rumahnya di Kampung Citatah Dalam, RT 05 RW 04, Kelurahan Ciriung, Cibinong,Kabupaten Bogor, Selasa, (3/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Dia sempat menghilang pada Minggu malam kemarin pukul 21.30 WIB.

Karena ditemukan dalam keadaan tidak berpakaian dan ada bercak darah di atas sumur, pintu belakang dan dapur, lalu hilangnya handphone dan duit sebesar Rp 500 ribu milik almarhumah, warga yang ikut menemukan jasad almarhumah pun menduga ada pembunuhan yang disertai pencurian.

Selain itu, ketika menghilang pada Minggu malam, suami korban Muhammad Kurniawan yang pulang usai menghadiri maulid  di Masjid Khadijah Ibrahim menemukan  pintu rumah dikunci dari dalam rumahnya.

"Dugaan sih ada pembunuhan yang disertai pencurian karena saat Minggu Malam rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan hilangnyaa handphone serta uang, lalu selasa tadi pagi kita menemukan  ada bercak darah, di atas tutup sumur, pintu dan dapur," kata Mulyadi tetangga korban kepada wartawan.

Pria berusia 42 tahun dan berprofesi sebagai tukang service pompa air ini menceritakan saat ditemukan di kaki kiri korban juga terlihat luka lebam berwarna merah.

"Ketika jasad almarhumah diangkat regu Basarnas kita tidak boleh dekat lokasi karena memang lokasinya yang sempit, kita hanya melihat ada luka lebam di kaki kiri dan untuk luka lain kita  belum tau karena ga lama langsung dimasukkan kedalam kantung mayat," sambungnya.

Mulyadi menuturkan bahwa dirinya berada di rumah korban karena dipanggil oleh mertua yang lokasi rumahnya juga bertetangga, pihak keluarga merasa air sumur bau lalu mesin pompa hidup air tetapi tidak mengalir.

"Saya dipanggil untuk menservice pompa air, tetapi ketika ada bercak darah lalu buka tutup sumur yang terbuat dari beton, saya dan beberapa kerabat korban malah melihat jasad korban," tutur Mulyadi.

Sukendar Kerabat almarhumah dari Kecamatan Putuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang ikut mencari korban sejak Senin malam mengaku dalam pencarian almarhumah pihaknya menggunakan jasa orang pintar.

"Kebetulan orang pintarnya juga warga paguyuban, Kecamatan Putuh, Kabupaten Purworejo satu daerah asal almarhumah, kami menamburkan garam yang sudah didoakan lalu setelah itu bercak darah muncul di beberapa tempat. Setelah melihat bercak darah diatas sumur dan pipa air kami pun langsung membuka tutup sumur dan dengan senter milik Mulyadi kami melihat ada jasad kerabat kami," tutur Sukendar.

Tetangga korban Edi Mulyono usia 43 tahun menjelaskan bahwa melihat korban dan dua orang putrinya pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB usai menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW, sementara suaminya Muhammad Kurniawan pulang pada pukul 23.30 WIB karena ia bertugas sebagai panitia acara.

"Suami korban pulang dari acara maulid pada Minggu malam sekitar pukul 23.30 WIB, pada malam itu juga pada pukul 22.00 WIB lebih saya dengar teriakan perempuan sementara tetangga sebelah rumah tak lama terdengar suara tersebut mendengar suara gerbang rumah dibuka lalu ada motor keluar dari rumah korban," jelas Edi.

Ia menambahkan keluarga Muhammad Kurniawan dan almarhumah Maya dikenal sangat baik dan santun, mereka merupakan guru mengaji bagi anak-anak tetangganya.

"Saya tak pernah dengar mereka berselisih dan saya kemarin pagi juga melihat chatting whatsapp terakhir suami dan istri tersebut pada Minggu malam pukul 22.00 WIB lalu setelah menghilang handphone korban tidak bisa dihubungi. Dari waktu ia menghilang maka keluarga dan warga juga ikut mencari sampai ditemukan Selasa pagi tadi," tambahnya.

Dihubungi terpisah,Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Yunli menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan belum bisa menyimpulkan.

"Jasad almarhumah kami bawa ke RS Polri Sukamto, Kramatjati,  DKI Jakarta untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, selain itu kami sudah meminta keterangan dua orang saksi," tukas AKP Yunli. (Reza Zurifwan)