Seorang Guru yang Belajar dari Seekor Kucing

Seorang Guru yang Belajar dari Seekor Kucing
Ilustrasi/Net

SUFYAN ats-Tsauri mendengar ada pemakaman, dan ia mengikuti keranda, berdoa di pinggir makam.

Setelah itu, orang-orang mulai membicarakan kebaikan almarhum.

"Seharusnya aku tidak berdoa untuk orang ini," ujar Sufyan, "karena ketika engkau mendengar orang berbicara baik tentang dirinya, pada umumnya karena ia seorang munafik, diketahui atau tidak. Jika seseorang bukan munafik, selalu ada banyak orang yang tidak membicarakan kebaikan tentang dirinya (si mati)."

Ats Tsauri dalam Perenungannya

Asy-Syibli yang Agung mengunjungi ats-Tsauri yang terkenal. Sang guru (ats-Tsauri) tengah duduk diam hingga tidak seujung rambut pun bergerak.

Asy-Syibli bertanya, "Di mana Anda belajar duduk diam seperti itu?."

Ats-Tsauri menjawab, "Dari seekor kucing. Ia tengah mengintai seekor tikus dengan konsentrasi yang jauh lebih tinggi daripada yang engkau lihat dalam diriku." []