Tim Sepak Bola Putri Jabar Kesulitan Uji Coba

Tim Sepak Bola Putri Jabar Kesulitan Uji Coba
Foto: Muhammad Ginanjar

INILAH, Bandung - Permasalahan dialami tim sepak bola putri Jawa Barat yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua 2021 mendatang. Terutama soal uji coba.

Pelatih tim sepak bola putri Jabar, Ronny Remon mengatakan kesulitan uji coba itu menjadi hal yang wajar dialami. Sebab saat ini pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia masih masif. 

Namun demikian, Ronny memastikan akan berupaya keras untuk meningkatkan kualitas para pemainnya. Seperti membentuk pola latihan yang sistematis disiplinnya. 

"Kita gunakan semaksimal mungkin. Kita tidak bisa menyerah, karena semua pemain sangat semangat, pelatih juga semangat," ungkap Ronny di Ruang Kominfo, KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (3/11/2020). 

Ronny berharap masa persiapan yang dilakukan ini bisa berjalan maksimal. Sebab lima tim pesaingnya, bukan tim sembarangan. 

"Enam tim yang lolos ini cukup merata. Seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bangka Belitung, Papua dan Papua Barat. Tapi yang harus diwaspadai adalah tuan rumah, Papua dan Papua Barat," tegasnya.

Sejauh ini, Ronny mengaku skuatnya berjumlah 21 pemain. Ke-21 pemain tersebut sebagian besar gabungan dari tim Persib Putri dan Tira Persikabo Putri. 

"Kualitasnya saat ini terus alami peningkatan meski tidak ada Liga. Harapan kita yang diinginkan, muncul. Defending muncul dan attacking. Untuk evaluasinya kita bersabar," katanya. 

Disisi lain, Kapten tim sepak bola putri Jabar, Een Sumarni mengaku membela tim ini memiliki perbedaan bila dibandingkan saat membela Persib Putri. 

"Membela provinsi ini lebih-lebih. Karena lebih membela tempat kelahiran, jadi luar biasa. Bukan materi, kapan lagi kita membela Jabar yang saya betul-betul orang Jabar," ungkap Een.

Een berharap bisa memberikan hasil maksimal di PON nanti. Sehingga bisa mendapatkan medali emas. "Alhamdulillah kita juga sudah saling mengen. Hanya tinggal meningkatkan lagi saja," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)