Ketua PGRI Kabupaten Bandung Berharap Pandemi Covid-19 Berakhir

Ketua PGRI Kabupaten Bandung Berharap Pandemi Covid-19 Berakhir
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung Adang Syafaat berharap pandemi Covid-19 dapat segera berakhir, agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dapat kembali dilaksanakan, guna meningkatkan kompetensi guru dan siswa supaya lebih maju.

Dia mengatakan, meski ada alternatif yakni dengan menggelar sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang menggunakan media daring. Adang mengakui, selama pelaksanaannya masih belum memenuhi ekspektasi. Terbatasnya jangkauan internet, serta kemampuan siswa dalam memenuhi kebutuhan PJJ, masih jadi persoalan hingga kini.

Kendati demikian, Adang mengaku pihaknya tetap berusaha memaksimalkan kemampuan yang ada. Guna pelaksanaan PJJ bisa berjalan sebaik mungkin, agar siswa tidak ketinggalan silabus pendidikan yang sudah direncanakan.

“Kita berharap, ke depannya semoga pandemi ini berakhir dan Kabupaten Bandung dapat meningkatkan kompetensi guru dan siswa agar dapat maju, mandiri dan berdaya saing. Sejauh ini ada tiga sistem yang dilakukan, agar PJJ ini bisa efektif. Sistem daring, luring dan kombinasi daring-luring kami upayakan. Meskipun masih ada kendala, tetapi guru tetap berupaya sebaik mungkin, sesuai situasi dan kondisi yang ada sekarang,” ujar Adang kepada INILAH, Rabu (4/11/2020).

Terkait dengan banyaknya kasus yang menyeruak, akibat pelaksanaan PJJ, salah satunya adanya siswa yang mengalami tekanan mental. Adang merasa bersyukur, sebab sejauh ini di Kabupaten Bandung tidak terjadi persoalan tersebut. Dia menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah melakukan  kebijakan, guna mencegah kemungkinan terburuk yang dapat terjadi selama PJJ berlangsung.

“Di Kabupaten Bandung tidak ada kejadian seperti siswa bunuh diri ataupun stres karena PJJ. Sebab kami sudah menerapkan pencegahan dengan cara pembinaan pendidikan karakter yang berkolaborasi dengan orangtua. Supaya orangtua dapat mendampingi anaknya selama PJJ dengan baik, sehingga anak tidak terbebani,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai potensi ancaman kurangnya guru di Kabupaten Bandung, seiring banyaknya tenaga pengajar yang memasuki masa pensiun. Adang mengaku tidak khawatir, sebab kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan adanya tenaga pengajar honorer.

“Sejauh ini masih bisa tertangani, dengan adanya guru honorer. Walaupun sudah ada guru yang pensiun dan menjelang pensiun,” tutupnya. (Yuliantono)