Meski Bersalah, KPK Belum Bisa Mengeksekusi Herry Nurhayat

Meski Bersalah, KPK Belum Bisa Mengeksekusi Herry Nurhayat
Foto: Bambang Prasethyo

INILAH, Bandung - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK belum bisa mengeksekusi Herry Nurhayat. Meskipun majelis sudah memvonisnya bersalah dan dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.

Seperti diketahui sebelum sidang vonis digelar, Rabu (4/11/2020), Herry dinyatakan keluar demi hukum lantaran masa tahanannya di Lapas Sukamiskin untuk kasus RTH sudah habis.

Koordinator JPU KPK Haerudin menyebutkan, selama belum ada keputusan inkrah pihaknya tidak bisa mengeksekusi Herry Nurhayat meskipun dia sudah dinyatakan bersalah dan divonis empat tahun. 

"Atas putusan ini dia (Herry) kan pikir-pikir, berarti belum ada kepastian hukum atau inkrah," katanya usai persidangan. 

Sesuai ketentuan hukum, ada waktu untuk terdakwa selama 7 hari untuk menanggapi. Apakah menerima, atau mengajukn banding. 

"Jika dalam rentan kurang dari tujuh hari terdakwa menerima, ya kita langsung lakukan eksekusi penahanan," ujarnya.

Disinggung jika terdakwa mengajukan banding, hingga kasasi, dan baru inkrah atau ada ketetapan hukum saat di Mahkamah Agung, terdakwa Herry masih bisa berkeliaran?

"Ya itulah resiko hukum. Karena dia keluar demi hukum, dan bukan bebas demi hukum. Tapi keluar demi hukum," tegasnya. (Ahmad Sayuti)