Penyaluran KIP Sudah Hampir 100 Persen

Penyaluran KIP Sudah Hampir 100 Persen
INILAH, Sawangan – Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) hampir mencapai 100% dengan jumlah penerima sampai saat ini menyentuh angka 17,9 juta siswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan selain pencapaiannya yang hampir rampung, penggunaan KIP juga semakin baik dengan menggunakan sistem kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
 
Muhadjir menjelaskan, dengan demikian KIP tidak hanya berfungsi sebagai kartu identitas siswa selaku penerimanya tetapi juga dapat dipakai untuk mengambil uang demi memenuhi kebutuhan sekolahnya. Saat ini, kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, penggunaan sistem kartu ATM sudah mencapai 80 persen.
 
“Dengan ini penerima KIP bisa mengambil tidak sekaligus tapi bertahap, bahkan untuk SMA dan SMK bisa untuk menabung, pas kebetulan mendapat rezeki,” ujar Muhadjir kepada wartawan di sela-sela soft opening Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Pusdiklat Kemendikbud, Sawangan, Jawa Barat, Senin (11/02/2019) malam.
 
Selain itu, sambung Muhadjir, kemudahan KIP lainnya yaitu dana dapat diambil melalui bank-bank, ATM serta agen Laku Pandai yang tersebar diberbagai tempat. “Penerima KIP bisa ambil di agen-agen Laku Pandai tersebut dan tidak dikenakan biaya,” tambahnya.
 
Penyaluran KIP yang merupakan bagian dari program unggulan Program Indonesia Pintar (PIP) mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mendukung program ini dipertahankan karena dinilai sangat membantu terutama bagi siswa yang tidak mampu.
 
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Mohammad Solihin mengatakan, PIP memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Banyak siswa yang tidak mampu bersekolah kini bisa kembali mengenyam bangku pendidikan dengan memanfaatkan dana PIP. Pada tahun 2018, sebanyak 171.627 siswa di Kabupaten Sukabumi telah menerima bantuan KIP.
 
Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), KIP diberikan kepada 129.883 siswa, sedangkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 41.744 siswa telah menerima KIP.
 
Selain itu, KIP juga diberikan kepada siswa di sekolah terbuka. “Siswa yang ada di sekolah terbuka sangat terbantu dengan KIP karena lokasi sekolah mereka di daerah terpencil, sehingga mereka terbantu jika ingin mengakses sekolah induk yang jaraknya cukup jauh dari sekolah mereka,” tutur Solihin.
 
Dengan adanya KIP, sambung Solihin, banyak siswa yang terbantu. Salah satunya dirasakan oleh Apriansah, siswa kelas IX SMPN 4 Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Siswa yang bercita-cita melanjutkan usaha bengkel ayahnya tersebut, merasa sangat terbantu dengan adanya KIP.
 
“Alhamdulillah saya sangat senang dengan adanya bantuan PIP, jadi lebih rajin dan semangat sekolah. Saya sudah menerima dua kali bantuan PIP, sejak kelas VIII. Setiap bantuan saya menerima Rp750.000,“ tutur Apriansah.