Mendikbud Kembali Ingatkan Pentingnya Pendidikan Jelang Bonus Demograf

Mendikbud Kembali Ingatkan Pentingnya Pendidikan Jelang Bonus Demograf
INILAH, Sawangan – Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030 dengan jumlah penduduk sebanyak 300 juta jiwa. Diperkirakan mayoritas dari mereka merupakan penduduk dengan usia produktif yang masih dapat bekerja aktif. Ini adalah bonus demografi dengan usia prouktif terbesar yang pernah didapatkan sebuah negara.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menggambarkan bonus demografi Indonesia yang akan didapat 11 tahun mendatang ibarat sebuah gentong. Bagian perut gentong yang buncit adalah penduduk dengan usia produktif. Penduduk yang jumlahnya banyak dan mampu bekerja tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi keluarganya di samping kanan dan kiri serta mereka yang sudah tidak produktif lagi alias berusia senja. Mereka inilah yang dirupakan sebagai leher gentong karena jumlahnya diprediksi sedikit.
 
Para penduduk produktif ini bukan hanya mampu membiayai orang lain tetapi juga diperkirakan akan mampu menjadi investasi atau modal agar negara Indonesia mengalami lompatan kemajuan. Namun jika ternyata mereka tidak produktif, maka hal yang akan terjadi selanjutnya adalah malapetaka atau bencana bagi Indonesia. Sebab piramida gentong akan terbalik, potensi-potensi yang seharusnya dapat dijadikan modal untuk membuat negara kita maju malah akan terbuang sia-sia.
 
“Selain itu, yang dulunya muda kemudian akan berubah menjadi tua. Angka kelahiran diprediksi akan menjadi sedikit. Yang tua akan menjadi beban. Karena tabungannya rendah maka itu yang disebut akan menyebabkan munculnya kelas menengah. Maka kita harus kerja keras menyiapkan generasi produktif untuk dapat bekerja di sektor yang produktif juga,” kata Muhadjir dalam soft opening Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Sawangan, Senin (11/2/2019) malam kemarin.
 
Muhadjir melanjutkan, pada dasarnya Indonesia sudah menjadi negara besar. Namun yang masih belum dapat dicapai bangsa ini adalah menjadi negara maju dengan tingkat kesejahteraan penduduk yang tinggi. Sebagai perbandingan, luas negara kepulauan Indonesia mencapai 1,5 kali luas daratan Eropa. Belum lagi kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam yang salah satunya merupakan pengguna terbesar rumpun bahasa Austronesia.
 
Masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang tidak hanya besar tetapi juga maju. Menurut Muhadjir pada kenyataannya memang masih banyak sekali negara yang sudah maju tetapi tidak besar. 
 
Seperti Singapura yang tidak lain adalah negara tetangga Indonesia dan mempunyai pendapatan perkapita pertahun 2017 sebesar 57.722 dollar Amerika Serikat. Namun Singapura tidak akan pernah menjadi sebesar Indonesia karena mereka hanya memiliki satu pulau meskipun beberapa kali disebut membeli pasir dari Nusantara.
 
“Salah satu kuncinya menyiapkan generasi produktif yaitu dengan pendidikan. Kita harus menyadari betapa strategisnya posisi Indonesia. Yang tidak kalah penting soal posisi kebudayaan kita. Tanpa ada paradigm kebudayaan yang jelas dan tegas, tentu saja pendidikan tidak akan bisa dibangun dengan sistem yang baik,” pungkas Muhadjir.