Angka Positif Covid-19 di Garut Naik Lagi Menjadi 744 Kasus

Angka Positif Covid-19 di Garut Naik Lagi Menjadi 744 Kasus
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus meningkat menjadi sebanyak 744 kasus dengan adanya penambahan temuan baru positif Covid-19 sebanyak sebelas kasus, Rabu (4/11/2020).

Kesebelas kasus tersebut yakni perempuan (KC-735) usia 16 tahun dan perempuan (KC-736) usia 46 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler; perempuan (KC-737) usia 60 tahun, laki-laki (KC-738), perempuan (KC-740) usia 28 tahun, perempuan (KC-741) usia 28 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul; perempuan (KC-739) usia 48 tahun dari Kecamatan Cibatu; perempuan (KC-734) usia 50 tahun dari Kecamatan Sukawening; laki-laki (KC-742) usia 36 tahun dari Kecamatan Wanaraja; laki-laki (KC-743) usia 37 tahun dari Kecamatan Kadungora; serta laki-laki (KC-744) usia 31 tahun dari Kecamatan Garut Kota.

Menariknya, penambahan kasus baru positif di Garut itu dalam sepekan terakhir tampak berfluktuatif atau bisa dikatakan zigzag. Namun prosentase temuan kasus baru positif tersebut cenderung terus meningkat bila dibandingkan jumlah sampel swab diperiksa dari hari ke hari.

Berdasarkan data dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut, pada 29 Oktober 2020, penambahan positif Covid-19 sebanyak delapan kasus dari 376 sampel swab diperiksa di RSUD dr Slamet Garut (0,027%). Pada 30 Oktober 2020, penambahan kasus positif menurun menjadi tiga kasus dari jumlah sampel swab diperiksa di RSUD Garut yang juga menurun menjadi sebanyak 188 sampel (0,159%).

Namun keesokan harinya, 31 Oktober 2020, penambahan kasus positif meningkat menjadi empat kasus. Sebanyak tiga kasus didapat dari 108 sampel swab diperiksa di RSUD Garut (0,027%), dan satu kasus lainnya hasil pemeriksaan di fasilitas lain tanpa disebutkan jumlah sampel swabnya.

Pada 1 Nopember 2020, penambahan kasus baru positif menurun lagi menjadi dua kasus dari jumlah sampel swab diperiksa di RSUD Garut yang juga terbilang sedikit, hanya 30 sampel (0,066%). 

Pada 2 Nopember 2020, penambahan kasus baru positif naik kembali menjadi delapan kasus. Sebanyak enam kasus hasil pemeriksaan 58 sampel swab di RSUD Garut (0,103%), dan dua kasus lainnya hasil pemeriksaan sampel swab di fasilitas lain tanpa disebutkan jumlahnya.

Pada 3 Nopember 2020, penambahan kasus baru positif kembali turun menjadi tiga kasus dari hasil pemeriksaan terhadap 75 sampel swab di RSUD Garut (0,040%). 

Akan tetapi esoknya, 4 Nopember 2020, penambahan kasus baru positif melejit lagi menjadi sebelas kasus. Lima kasus diantaranya terkonfirmasi dari hanya 35 sampel swab diperiksa di RSUD Garut (0,142%), dan enam kasus lainnya hasil pemeriksaan sampel swab di fasilitas lain tanpa disertai catatan jumlah sampelnya.

Tidak pernah ada keterangan dari pihak GTPP Covid-19 Garut setiap kali disinggung mengenai riwayat, awal mula maupun cara penularan virus SARS-Cov2 atau Covid-19 terjadi pada setiap penambahan kasus baru positif Covid-19 di sejumlah tempat di Kabupaten Garut sejauh ini. Baik berkaitan klaster keluarga, klaster tenaga kesehatan, klaster aparatur sipil negara (ASN) maupun klaster keluarga. 

Pihak GTTP Covid-19 Garut cenderung bungkam dan hanya menyatakan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut didominasi transmisi lokal dan klaster keluarga yang kian meningkat.(zainulmukhtar)