Pandemi, BJB Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Panti Yatim

Pandemi, BJB Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Panti Yatim
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Pada masa pandemi Covid-19 ini, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) tetap memberikan aksi korpoasi. Dibalut dalam program corporate social responsibility (CSR), BJB memberikan bantuan kemanusiaan kepada yayasan anak yatim.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJB Widi Hartoto mengatakan, pada Rabu (4/11/2020) lalu pihaknya memberikan bantuan kemanusiaan yang dilaksanakan secara serentak di jaringan kantor cabang yang berada di seluruh penjuru negeri. 

Menurutnya, panti-panti yang menjadi perpanjangan tangan negara dalam melaksanakan tanggung jawabnya kepada kelompok masyarakat rentan ini membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak agar dapat bertahan di tengah situasi yang belum menentu. 

Diakuniya, BJB sebagai lembaga usaha yang beruntung dapat mencatatkan kinerja positif selama masa pandemi menyambut situasi ini dengan tangan terbuka. Beriringan dengan perannya sebagai agen penggerak, BJB turut berkontribusi dengan memberikan sumbangsih bantuan kepada panti-panti sosial yang membutuhkan.

"BJB mengulurkan tangan kepada panti-panti yatim. Bantuan tersebut disalurkan untuk menopang operasional panti yang dihuni anak yatim-piatu," kata Widi.

Dia menyebutkan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Sebagai bagian dari komunitas, BJB diakuinya berkepentingan untuk ikut andil dalam upaya-upaya produktif dalam memastikan hajat sosial masyarakat, khususnya di tengah masa pandemi Covid-19.

"Keberhasilan BJB dalam meraih kesuksesan usaha tidak bisa dilepaskan dari peran serta dan dukungan masyarakat terhadap perkembangan bisnis yang kami jalankan. Sebagai bagian dari komunitas, sudah sepatutnya perseroan juga ikut berpartisipasi dalam memberikan dukungan-dukungan konkret kepada masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya berkesinambungan yang senantiasa dilakukan bank bjb dalam keterlibatan aktif perusahaan sebagai agen penggerak," jelasnya. (*)