Eksportir Muda Asal Cirebon Buktikan Bisa Sukses di Tengah Pandemi

Eksportir Muda Asal Cirebon Buktikan Bisa Sukses di Tengah Pandemi
istimewa

INILAH, Bandung-Klaim Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bahwa ekspor Jawa Barat terus membaik di masa pandemi COVID-19 ternyata terbukti.

 

Ridwan Kamil menyatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari hingga Agustus 2020, Jabar menyumbang 16,28 persen terhadap ekspor nasional, disusul Jawa Timur sebesar 12,95 persen dan Kalimantan Timur sebesar 8,44 persen.

 

Buktinya datang dari, pengusaha muda asal Cirebon meraup sukses berlipat lewat usaha ekspor furnitur di masa pandemi COVID-19.

 

Silvy, pemilik CV Nagam Rattan  mengatakan pihaknya mendapatkan pesanan furnitur dari sejumlah negara Eropa dan Amerika hingga 300 ribu US$. Pesanan ekspor ini setara dengan pengiriman 40 unit kontainer. “Tujuannya ke Jerman, Amerika, Inggris, Belgia, Australia dan Kanada,” katanya.

 

Ekspor yang dilakukan pihaknya bahkan dilepas resmi oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam acara Konvoi Ekspor Furniture Rotan di Cirebon, Kamis (5/11/2020).

 

Menurutnya pandemi COVID-19 membuat bisnis ragam furnitur rotan miliknya malah mendapatkan pesanan tiga kali lipat dibanding kondisi normal. “Walaupun sempat ada lockdown di beberapa negara, sekarang ordernya terbuka, kami sampai kewalahan,” katanya.

 

Silvy mengaku kebijakan stay at home yang diberlakukan di sejumlah negara selama pandemi justru membuat pesanan furniture naik tinggi. “Biasanya masyarakat Amerika, Eropa memang budayanya kalau waktu libur, liburan kemana-mana, dengan adanya COVID-19 mereka di rumah saja, dilihat-lihat sofanya sudah jelek, kursinya jelek. Ekspor kita justru meningkat,” tuturnya.

 

Raihan ini menurutnya berbanding terbalik dengan kondisi 2013 sampai awal 2019. Silvy yang masih berusia 24 tahun meneruskan usaha ayahnya yang sudah dirintis sejak 1989.

 

“Dari 2000-2013 itu Nagam rotan bisa 35 kontainer, terus tiba tiba buyer kolaps. Kami sempat mati suri, karyawan 1000 orang tinggal 50 orang. Orderan itu paling 1 kontainer,” katanya.

 

Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Silvy meneruskan tongkat kepemimpinan ayahnya pada 2019 untuk mengurusi perusahaan yang berada di wilayah Plumbon, Kabupaten Cirebon tersebut. “Saya langsung dilepas bebas begitu saja, untungnya saya sudah belajar dari bawah sekali,” katanya.

 

Dia juga mengikuti Designer Dispatch Service (DDS) program dari Kementerian Perdagangan yang memfasilitasi kerjasama antara pelaku UKM dan designer sehingga pelaku UKM mendapatkan program pendampingan untuk menghasilkan produk-produk berbasis desain sesuai tren global saat ini. “Program ini sangat membantu sekali,” ujar dia.

 

Kini Silvy tengah menatap pesanan dari Australia untuk produk pot tanaman dari rotan hasil mengikuti program DDS Kementerian Perdagangan. Menurutnya produk ini akan segera diluncurkan pada 2021 mendatang.

 

Pelepasan konvoi ekspor furniture rotan ke berbagai negara selain dihadiri Menteri Perdagangan Agus Suparmanto juga turut hadir Bupati Cirebon Imron Rosyadi dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Moh Arifin Soedjayana.(riantonurdiansyah)