793 Kasus, Positif Covid-19 di Garut Meroket Lagi

793 Kasus, Positif Covid-19 di Garut Meroket Lagi
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Kendati angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Garut terus meningkat, masyarakat seyogyanya tidak lengah melainkan tetap bersikap waspada dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar tercegah dari penularan virus SARS-Cov2 itu. Sebagaimana anjuran para pakar di berbagai tempat dan kesempatan. 

Apalagi, tingkat penambahan jumlah kasus baru Covid-19 justeru masih jauh lebih tinggi daripada angka penambahan kasus kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Garut belakangan ini. Prosentase temuan volume harian kasus positif dari jumlah sampel swab diperiksa pun berkecenderungan bertambah besar.

Angka total kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Garut sendiri hingga 6 Oktober 2020 tercatat mencapai sebanyak 535 orang dengan adanya penambahan sebanyak 12 pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. 

Sebanyak enam orang di antaranya asal Kecamatan Kersamanah, tiga orang dari Kecamatan Pasirwangi, satu orang asal Kecamatan Bayongbong, satu orang dari Kecamatan Cikelet, dan satu orang asal Kecamatan Balubur Limbangan. 

Akan tetapi dibandingkan jumlah kasus positif keseluruhan, angka kesembuhan kasus Covid-19 tersebut terbilang masih terpaut jauh. Begitu pula jumlah volume harian kasus positif barunya.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (DTTP) Covid-19 Kabupaten Garut memperlihatkan, total kasus positif Covid-19 di Garut meroket lagi menjadi sebanyak 733 kasus dengan penambahan kasus baru positif sebanyak 49 kasus pada hari yang sama. Sedangkan mereka yang masih dirawat mencapai 243 orang.

Sebanyak 49 kasus baru itu merupakan penambahan volume harian tertinggi kasus baru positif dalam sepekan terakhir, dari hasil pemeriksaan pada sebanyak 189 sampel swab di RSUD dr Slamet Garut, atau mencapai 0,26 persen dari total sampel swab diperiksa. 

Rinciannya, sebanyak 14 orang dari Kecamatan Karangpawitan, delapan orang asal Kecamatan Garut Kota, enam orang dari Kecamatan Kersamanah, empat orang dari Kecamatan Bayongbong, empat orang asal Kecamatan Tarogong Kidul, tiga orang dari Kecamatan Leuwigoong, dua orang dari Kecamatan Sukaresmi, dua orang asal Kecamatan Pangatikan. Satu orang masing-masing dari Kecamatan Cibatu, Kadungora, Cibiuk, Sucinaraja, Leles, dan Kecamatan Tarogong Kaler.

Dengan kenyataan tingginya angka penambahan kasus positif Covid-19 itu, semestinyalah masyarakat Garut terus mewaspadai penularan Covid-19.

Seperti dikatakan Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Heri Trianto dalam perbincangan di satu stasiun televisi swasta pada Jumat (6/11/2020), meskipun secara nasional tingkat kesembuhan dari Covid-19 cenderung naik namun masyarakkat jangan lengah melainkan harus tetap waspada akan penularan virus yang masih terjadi. 

"Tetaplah disiplin. Tetap menjalankan protokol kesehatan. Covid-19 itu hal nyata, menular lewat manusia, dan bisa menimpa siapa saja. Apalagi 80 persen penderita Covid-19 itu tanpa gejala atau OTG," ingatnya.

Senada dikemukakan Wakil Ketua Sekjen Majlis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan. Dia mengingatkan, setiap orang hendaknya berupaya meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT  menghadapi Covid-19 dengan senantiasa berikhtiar dan menyerahkan hasil semuanya kepada-Nya.
 
"Keimanan itu akan menumbuhkan rasa optimis, dan optimis akan menimbulkan imunitas. Memahami dan melaksanakan protokol kesehatan itu sebagian dari memelihara diri yang merupakan bagian dari keimanan kepada Allah," ujarnya. (Zainulmukhtar)