Layad Rawat Dapat Acungan Jempol Ombudsman RI

Layad Rawat Dapat Acungan Jempol Ombudsman RI
Program Layad Rawat Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat apresiasi dari Ombdusman RI
INILAH, Bandung - Beberapa program Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat apresiasi dari Ombdusman Republik Indonesia. Salah satunya, program layad rawat.
 
Diketahui, Layad Rawat adalah program menjemput bola masyarakat yang membutuhkan kesehatan. Di mana pasien akan dilayani oleh tenaga medis secara langsung di tempat tinggalnya.
 
"Ternyata berdasarkan penilaian dari Ombudsman ada satu yang sudah masuk dalam kategori (pelayanan masyarakat)  paling tinggi ya. Beberapa layanan kesehatan yang paling tinggi yaitu yang pertama adalah salah satunya adalah Layad Rawat Jabar," ujar Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa usai acara sosialisasi Peran, Fungsi dan Kewenangan Ombudsman RI, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (12/2/2019).
 
Iwa sampaikan, pada pertemuan dengan Ombudsman RI ini dikhususkan fokus membahas  bagaimana pelayanan yang menyangkut bidang kesehatan. Naik itu dari dinas kesehatannya maupun juga rumah sakit pemerintah dan swasta. "Juga sampai kepada puskesmas atau juga poliklinik," imbuhnya.
 
Iwa sampaikan, saat ini pelayanan kesehatan di Jabar cukup besar, di mana memiliki 169 puskesmas yang telah teregitrasi. Itu terbagi dari 22 Puskesmas rawat inap dan 78 non rawat inap. Juga ada 345 rumah sakit umum daerah dan rumah sakit umum swasta.
 
"Serta ada 263 klinik pratama dan 220 klinik utama. Jadi ini beberapa yang kita bahas," kata Iwa.
 
Soal program Layad Rawat, Iwa sampaikan, saat ini pihaknya sedang bertahap berupaya mengembangkannya. Pertama kali, program ini diluncurkan di Kota Cirebon, pada akhir tahun lalu. 
 
"Secara bertahap kita lakukan tetapi paling tidak kita sudah melakukan langkah awal yang lebih baik," katanya.
 
Selain itu, Iwa katakan, Jabar Quick Respon dan Deklarasi Zero Stunting pun menjadi program yang diacungi jempol oleh Ombudsman RI.  "Ini yang merupakan aspresiasi dari pihak ombdusman, di Jabar sudah melakukan pelayanan yang paling top," pungkasnya.
 
Sementara itu, Anggota Ombudsman Dadan S Suharmiwijaya mengatakan pihaknya berharap implementasi program Layad Rawat dapat berjalan sesuai dengan konsep awal. Yaitu, memberi pelayanan secara khusus kepada masyarakat yang membutuhkan batuan.
 
 "Bukan hanya riak-riak dari awal. Harus konsisten jemput bola ke wilayah wilayah. Jawa Barat kan luas," ujar Dadan.
 
Menurut dia, di negara ini masih ada masyarakat yang memang kesulitan untuk mengakses pengobatan gratis sekalipun. "Misalnya istrinya sakit tapi ketika harus membawa istrinya sakit ke berobat dia harus meninggalkan pekerjaanya," katanya.
 
Karena itu, dia katakan, seluruh pihak harus meningkatkan pelayanannya. Tak terkecuali di sektor kesehatan. Terlebih, dewasa ini memasuki birokrasi new public service. Dengan begitu, berbagai terobosan mesti kian digenjot agar masyarakat bisa merasakan kehadiran negara.
 
"Sekarang Jawa Barat sudah punya (terobosan) jemput bola, jadi tenaga kesehatan yang datang ke masyarakat. Kami Ombudsman tentu mengapresiaai program yang dimiliki Jabar tersebut, karena sudah sampai pada new public valeu bukan hanya new publik service," pungkasnya.