PMI Kabupaten Cirebon Setujui 11 Pendonor Plasma Darah

PMI Kabupaten Cirebon Setujui 11 Pendonor Plasma Darah
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon -  Sejauh ini, PMI Kabupaten Cirebon menyatakan 11 orang lolos sebagai pendonor plasma darah untuk percepatan penyembuhan pasien Covid-19. 

Dari puluhan orang yang sudah mendaftar, kebanyakan dinyatakan gagal karena berbagai macam pertimbangan. Selain harus penyintas Covid-19, pendonor juga bukan pengidap anemia.

"Ada puluhan orang yang mendaftar. Tapi kami seleksi secara ketat. Selain harus penyintas Covid-19, antibodi mereka juga harus kuat. Kami tidak sembarangan seleksi karena hasilnya sangat bermanfaat mempercepat penyembuhan Covid-19," kata Ketua PMI Kabupaten Cirebon Sri Heviyana, Minggu (8/11/2020).

Terkait kabar anak Kadinkes Kabupaten Cirebon bernama Fanendra Priutama Affandi (24) menjadi donor plasma darah, Heviyana membenarkan. Anak kadinkes tersebut memang sempat terkonfirmasi namun setelah melakukan karantina dan di swab ulang, dinyatakan hasilnya negatif.

"Anak Kadinkes Kabupaten Cirebon memang bagian dari pendonor plasma. Hasilnya test nya bagus dan kami sudah mengambil darahnya. Ini sangat bermanfaat nanti untuk diberikan kepada pasien Covid-19 gejala berat," ujar Heviyana.

Heviyana menjelaskan, memang sejak pertama sosialiasi tentang plasma darah, antusias pendonor cukup tinggi. Hal itu karena terapi plasma saat ini masih menjadi andalan Kabupaten Cirebon, sebelum vaksin diberikan. Nantinya, plasma darah diprioritaskan bagi pasien Covid-19 dengan gejala berat. Salah satunya pasien dari RSUD Waled. Pasien covid dengan gejala berat tersebut, sudah mendapatkan donor plasma.

"Alhamdulillah pasien Covid tersebut sudah mendapat donor plasma. Kondisinya sudah membaik berkat penggunaan plasma darah," ungkapnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni menerangkan selain di RSUD Waled, penderita Covid-19 lain yang telah menerima donor plasma darah adalah pasien di RS Mitra Plumbon. Terapi plasma darah memang paling dibutuhkan oleh pasien dengan gejala berat. Terapi ini juga, dinilai mampu memperingan gejala dan mempercepat proses penyembuhan pasien Covid-19.

"Untuk itu, kenapa anak saya menjadi pendonor plasma darah, karena untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Memang kami membutuhkan para pendonor dari penyitas Covid-19. Namun kan tidak sembarangan masuk kriteria," jelas Enny.

Enny menambahkan, PMI setempat sudah siap bila ada yang membutuhkan plasma darah. Namun, sampai kini pasien tanpa gejala (asimtomatik) masih mendominasi di Kabupaten Cirebon. Sedangkan terapi plasma, dinilai sebagai solusi terbaik bagi pasien Covid-19. Sampai kini, pihaknya belum dapat memastikan, kapan vaksin Covid-19 bagi warga Kabupaten Cirebon, akan diterima. 

"Ssbelum vaksin datang, kita tetap mengandalkan plasma darah. Itu sangat efektif mempercepat penyembuhan Covid-19," tukasnya. (Maman Suharman)