Purwakarta Dapat Kado Spesial dari Kementan

Purwakarta Dapat Kado Spesial dari Kementan
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta mendapat hadiah special dari Kementerian Pertanian (Kementan). Yakni, berupa pohon kelapa genjah entok yang didatangkan secara khusus dari Kebumen. 

Adapun pohon kelapa mini berbuah lebat ini, merupakan bentuk penghargaan untuk Purwakarta yang dinobatkan sebagai kabupaten dengan persentase peningkatan luas tanam terbaik di Jabar.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, untuk penghargaan ini hanya ada dua wilayah di Indonesia yang mendapatkannya. Yakni, Purwakarta dan Kabupaten Bekasi. Pihaknya sangat mengapresiasi penghargaan tersebut. Menurutnya, pohon kelapa ini merupakan kado spesial di penghujung tahun bagi Purwakarta.

“Alhamdulillah, tentu kami sangat bahagia karena terpilih menjadi salah satu yang mendapat hadiah special ini,” ujar Anne kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Anne mengakui, kelapa merupakan lambang kehidupan yang syarat akan berbagai manfaat. Semua bagian kepala ini, punya nilai manfaat. Airnya, sebagai detoks anti racun. Serta, buahnya yang muda bisa dikonsumsi untuk makanan. Sedangkan yang tuanya, bisa dikonsumsi buahnya maupun diambil sari patinya.

Pun demikian, dari akar hingga daun, memiliki manfaat yang begitu luar biasa dari sebatang pohon kelapa ini. Saat ini, Purwakarta punya pohon kelapa genjah. Genjah, artinya menunjukan percepatan tanam hingga panen. Dengan kata lain, kelapa ini bisa berbuah lebih cepat, dibanding kelapa pada umumnya. Selain itu, kelapa genjah entok ini ada unsur seni keindahan. Penampilannya bagus dan indah dipandang.

Dikarenakan spesial, pohon tersebut ditanamnya juga di lokasi yang tak kalah spesialnya. Yakni, Taman Maya Datar yang lokasinya berada di alun-alun Pasanggrahan Padjajaran Anyar. Dengan begitu, kelapa genjah ini menjadi pohon yang kedepannya akan terus menghijaukan area ini bersama ratusan pohon lainnya.

“Kelapa yang small is beautifull,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Agus Rachlan Suherlan, mengatakan, dirinya sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Apalagi, penghargaan tersebut hanya diperoleh dua wilayah, yakni Purwakarta dan Kabupaten Bekasi. 

Agus memastikan, jajarannya berupaya untuk terus meningkatkan produksi padi dari waktu ke waktu. Apalagi, hal itu sejalan dengan salah satu  misi yang dicanangkan  dalam RPJMD Purwakarta  periode 2018-2023, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat yang berbasis  pedesaan.

“Di Purwakarta, ada slogan yang tak tersurat tapi tersirat, yaitu tiada hari tanpa tanam,” ujar Agus. 

Slogan ini, tentunya jadi penyemangat buat petani. Supaya, mereka terus produktif dalam kondisi apapun. Bakan, semangat tiada hari tanpa tanam ini, bukan hanya isapan jempol belaka. Namun, memberikan dampak terhadap peningkatan luas tanam  secara nyata.

Menurut kerangka sample area (KSA), luas tanam Purwakarta mencapai 17,72 persen. Prosentase tersebut, merupakan angka tertinggi di Provinsi Jawa Barat untuk masa tanam 2020. Bahkan, capaian ini langsung diapresiasi oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan.

Agus menambahkan, pihaknya melansir selama 2020 ini telah tercapai luas tanam 40.800 hektare. Dengan perkiraan dapat menghasilkan sekitar 137.035 ton beras. Pihaknya, akan terus berupaya untuk meningkatkan produksi beras ini. Sehingga, swasembada beras bisa terwujud.

Agus mengakui, jajarannya terus mendorong terciptanya produksi pertanian di wilayahnya, dalam kondisi apapun. Termasuk, saat situasi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, tetapi petani Purwakarta tetap melakukan tanam. Sehingga, selalu ada panen setiap harinya. (Asep Mulyana)