Tenakes Terpapar Covid-19, Kantor Dinkes dan Puskesmas Tutup Sementara

Tenakes Terpapar Covid-19, Kantor Dinkes dan Puskesmas Tutup Sementara
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Menyusul banyaknya tenaga kesehatan (tenakes) terpapar Covid-19 termasuk pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut sejak beberapa hari terakhir, kantor Dinkes Garut Jalan Proklamasi dan sejumlah fasilitas pelayanan (yankes) di Kabupaten Garut ditutup sementara.

Pihak Dinkes pun menutup rapat pintu gerbang kantor dengan hanya menyisakan satu pintu masuk jalur pejalan kaki. Anggota satuan pengamanan pun tampak selalu bersiaga. 
Pada pintu gerbang terpampang sepanduk berisikan pengumuman mengenai penutupan kantor bersangkutan. 

Disebutkan, per 5 November hingga 14 hari selanjutnya, kantor Dinkes Garut meniadakan pelayanan langsung/tatap muka dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Selanjutnya, pelayanan dapat dilakukan melalui email atau pesan singkat seperti tertera dalam pengumuman tersebut.

Sedangkan sejumlah yankes saat ini ditutup sementara, antara lain Puskesmas Lembang Kecamatan Leles, Puskesmas Karangsari Kecamatan Leuwigoong, Puskesmas Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul, dan Puskesmas Karangmulya Kecamatan Karangpawitan. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat selanjutnya dialihkan ke puskesmas lain terdekat. 

Beberapa yankes yang juga sempat mengalami penutupan gegara tenakes atau pegawainya terpapar Covid-19, antara lain Puskesmas Guntur Kecamatan Garut Kota, Puskesmas Cempaka Kecamatan Karangpawitan, Puskesmas Cilawu Kecamatan Cilawu, Puskesmas Bagendit Kecamatan Banyuresmi, Puskesmas Limbangan Kecamatan Balubur Limbangan, Puskesmas Cisurupan Kecamatan Cisurupan, Klinik Bethesda, Klnik Baiturrahman, dan Klinik Cisanca.

Jumlah tenakes di Kabupaten Garut yang terpapar Covid-19 itu sendiri, kata Koordinator Bidang Perencanaan Data Pakar Data dan Analisis yang juga Sekretaris Dinkes Garut Leli Yuliani, hingga 8 Oktober 2020, tercatat mencapai sebanyak 84 orang. Sebanyak enam tenakes di RSUD dr Slamet Garut, 30 tenakes puskesmas, dan 48 tenakes lainnya. 
Sejauh ini, tidak ada kasus kematian akibat Covid-19 pada kalangan tenakes di Garut tersebut. 

"Tenakes yang masih dalam perawatan saat ini ada sebanyak 28 orang," kata Leli, Minggu (8/11/2020).

Kendati tenakes di Garut terpapar Covid-19 cukup banyak dan menyebabkan sejumlah yankes ditutup sementara waktu, sebagaimana diingatkan praktisi kesehatan Lula Kamal pada sebuah diskusi daring beberapa waktu lalu, tenakes bukanlah pembawa virus SARS-Cov2 atau Covid-19. Sehingga tak perlu ada stigma negatif terhadap mereka. 

Masyarakat yang membutuhkan yankes pun tak usah takut datang ke fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Kendati masyarakat tetap harus waspda dan berhati-hati sebab fasilitas kesehatan diakui merupakan tempat beresiko tinggi karena segala macam keluhan sakit datang.

Penularan virus di kalangan tenaga kesehatan bisa terjadi bukan saat menangani pasien melainkan ketika setelah membuka APD (alat perlindungan diri), berkumpul di ruang kantor, saat di ruang ganti pakaian, dan saat berada di perjalanan atau di rumah. 

"Penularan virus terjadi karena abai atau lengah," kata Lula.

Karenanya, ingat Lula, untuk bisa mencegah penularan Covid-19 itu semua orang hendaknya jangan lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya.

"Tenaga kesehatan takkan punya tenaga cukup kalau masyarakat yang sakit datang berbondong-bondong," pesannya. (Zainulmukhtar)