Barikade 98 Jabar Tegaskan Ideologi Pancasila

Barikade 98  Jabar Tegaskan Ideologi Pancasila
istimewa

INILAH, Bandung- Barikade 98 mendeklarasikan diri di Jawa Barat. Dengan mempertegas ideologi pancasila mereka tak ingin pemerintahan Presiden Joko Widodo diganggu. 

Ketua Umum Barikade 98 Benny Ramdhani mengatakan  gangguan terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sangat jelas. 

Pihaknya menyebut masih ada oligarki yang masih berusaha bangkit, termasuk dari pengusaha hitam dan eks HTI.

"Eks HTI ini jelas memiliki keinginan mengganti ideologi Pancasila," kata Benny dalam acara deklarasi Barikade 98 Jabar di Bandung, Minggu (8/11/2020).

Dia mengatakan bahwa ini tidak hanya berefek pada Jokowi, tetapi juga akan berefek pada masa depan bangsa. 

"Oligarki ini masih ada di berbagai jejaring. Mereka tidak ikhlas karena digulingkan oleh 98, dan mereka kehilangan yang mereka punya saat itu," kata  Benny.

Barikade ingin menunjukkan bahwa Indonesia ini final dengan ideologi Pancasila.

"Kami ingin Jokowi menyelesaikan agenda-agenda pemerintahan sampai tuntas agar tidak diganggu. Kita tidak akan pernah membiarkan itu," kata dia.

Dia menyinggung sikap kenegarawanan Prabowo. Dalam gambarannya di Pilpres 2019, Prabowo membuktikannya bahwa dirinya sangat mencintai Indonesia. Artinya, jika masih ada pendukung Prabowo yang masih merongrong pemerintahan Jokowi, maka mereka buka pendukung Prabowo.

"Berarti mereka hanya penumpang gelap yang diduga memiliki kepentingan di 2024," kata dia.

Lebih lanjut Benny mengajak Barikade 98 untuk terus mengawal demokrasi dan Jokowi, terlebih Jokowi adalah 'anak kandung' reformasi yang diberikan mandat penuh di Pilpres 2004 dan 2019.

Untuk diketahui, 9 Agustus 2020 aktivis 98 sepakat mendirikan Barikade 98. Hal itu ditandai dengan peresmian kantor Dewan Pimpinan Nasional (DPN) di Cimandiri, Cikini, Jakarta Pusat. 

"Jabar menjadi provinsi pertama yang mendeklarasikan Barikade 98," kata dia.