Memahami Cara Jumper Aki Mobil yang Tepat dan Aman

Memahami Cara Jumper Aki Mobil yang Tepat dan Aman
istimewa

KONDISI pandemi seperti saat ini membuat terbatasnya aktivitas masyarakat dan menjadi lebih banyak berada di rumah, menjadikan mobil idle atau tidak digunakan. Kondisi ini berpotensi akan membuat aki mobil menjadi tekor atau soak jika mesin mobil tak pernah dihidupkan.

Memang usia pakai aki mobil kerap tidak dapat diprediksi, biasanya pemilik kendaraan akan menyadari ketika mobil tidak dapat dinyalakan karena aki mobil sudah lemah.

Sebenarnya ketika aki mobil sudah menunjukkan tanda-tanda melemah ada beberapa hal yang kerap terjadi. Namun, sekali lagi hal ini kerap diabaikan karena mobil masih bisa menyala saat distater.

Ketika aki mobil sudah soak atau tidak lagi mampu menghidupkan mesin dan kelistrikan pada mobil, maka solusi yang paling cepat adalah dengan melakukan jumper aki, atau teknik mengalirkan listrik dari aki lain yang masih bagus ke aki mobil yang bermasalah.

Setidaknya dalam kondisi darurat, mobil masih dapat dihidupkan untuk menuju ke bengkel atau tempat yang dituju. Hanya saja tidak sedikit masyarakat yang belum mengerti cara menjumper aki mobil yang tepat dan aman. Berikut persiapannya.

Gunakan kabel khusus

Ini merupakan hal yang paling penting, karena Anda harus menggunakan kabel yang memang khusus untuk jumper aki. Hal ini dikarenakan arus listrik pada saat menyalakan mobil sangat tinggi sehingga harus menggunakan kabel dengan bahan yang cukup tebal.

Jangan pernah memakai kabel seadanya, karena potensi untuk terjadi korsleting cukup besar saat proses melakukan jumper aki. Kabel jumper relatif mudah didapatkan dan dijual di toko aksesoris mobil.

Menggunakan mobil dengan kapasitas mesin sama

Berikutnya adalah menggunakan mobil sejenis atau dengan kapasitas mesin sama dengan mobil yang Anda gunakan. Hal ini karena biasanya mobil sejenis memiliki voltase aki yang sama.

Posisikan mobil berdekatan

Proses selanjutnya adalah memposisikan kedua mobil agar saling berdekatan hingga kabel jumper bisa menjangkau masing-masing aki, karena umumnya kabel jumper ini tidak terlalu panjang. Anda bisa mengatur posisi mobil berhadapan atau bisa juga bersamping-sampingan.

Pastikan juga posisi kedua mobil dalam kondisi aman dengan rem parkir aktif, jika mobil bertransmisi otomatis (matik), posisikan tuas transmisi di 'P', sementara untuk transmisi manual di posisi netral.

Menghubungkan kabel jumper

Sebagai persiapan pastikan semua kondisi mesin mobil dalam keadaan tidak menyala, lalu perhatikan dengan teliti posisi kutub terminal positif dan negatif dari kedua aki tersebut. Biasanya, dua kutub terminal aki masing-masing ditandai dengan lambang positif (+) dan negatif (-), tanda lain juga terdapat pada penutup warna merah di kutub positif. Jika kutub terminal baterai kotor, agar dibersihkan terlebih dahulu dengan kain lap.

Hubungkan penjepit kabel jumper berwarna merah ke kutub positif (+) aki yang normal (mobil A). Lalu sambungkan penjepit kabel jumper warna merah lainnya pada kutub aki yang bermasalah (mobil B). Kemudian pasang kabel jumper negatif ke kutub negatif aki mobil A dan pasang sisi satunya kutub negatif aki mobil B.

Setelah itu nyalakan mesin mobil A dan atur putaran mesin hingga di atas 1.000 rpm. Kemudian baru coba nyalakan mesin mobil B. Setelah menyala, Anda mungkin perlu membiarkan mesin menyala selama beberapa menit untuk mengisi tenaga pada aki yang soak.

Untuk melepaskan kabel jumper saat mobil menyala harus secara hati-hati dengan urutan lepas kabel negatif mobil B, kemudian lepas kabel negatif mobil A. Berikutnya lepas kabel positif dengan urutan yang sama seperti kabel negatif tersebut.

Jika mesin mobil Anda masih tidak bisa menyala atau tidak ada reaksi sama sekali, coba diamkan dulu selama beberapa saat agar proses pengisian tenaga menjadi lebih banyak.

Harus diingat jika langkah untuk men-jumper aki ini adalah saat darurat. Anda tetap harus membawa mobil ke bengkel untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. (inilah.com)