Ngaku Salah di Tikungan ke-11, Alex Rins Belum Nyerah

Ngaku Salah di Tikungan ke-11, Alex Rins Belum Nyerah

INILAH, Valencia - Joan Mir di ambang juara dunia MotoGP. Dia hanya butuh tambahan 14 poin di dua balapan tersisa. Tapi, rekan sekaligus pesaingnya, Alex Rins, takkan menyerah begitu saja.

Alex Rins, rekan setim Joan Mir di tim Suzuki, menegaskan dia akan tetap mempertahankan persaingan sampai harapan itu hilang. Dia tak mau menyerah begitu saja dan berharap masih ada keajaiban.

Alex Rins memimpin di 16 dari 17 putaran pertama pada Grand Prix Eropa di Valencia, Minggu (8/11), sebelum dilewati Joan Mir. Mir akhirnya meraih kemenangan pertamanya di MotoGP dan memperkukuh posisi di perolehan poin sementara.

Saat ini, Joan Mir unggul 37 poin dengan tinggal tersisa 50 poin maksimal yang direbut pembalap lain. Artinya, jika dia meraih 14 poin saja dari dua balapan tersisa, maka dia akan menjadi pembalap Suzuki pertama yang menjadi juara dunia sejak Kenny Roberts Jr di dekade 2000-an.

"Secara matematis masih ada 50 poin yang diperebutkan. Joan memiliki musim yang hebat, dengan banyak podium. Tapi, kenapa tidak mencoba (berjuang sampai akhir? Kami akan terus bersaing sampai akhir," ujar Alex Rins.

Rins kehilangan posisi terdepan di putaran ke-17 saat dia melebar di tikungan ke-11. Dia menurunkan langsung kecepatan ke gigi pertama, bukan gigi kedua.

Dari situ, Mir mampu mempertahankan keunggulan dan bahkan memperlebarnya menjadi lebih satu detik pada satu tahapan. Dia tetap mempertahankan posisi dari kejaran Rins hingga akhirnya menyentuh garis finis.

"Saya kira, luar biasa bisa finis kembali di posium. Kami mendapatkan 20 poin. Lihat saja apa yang akan terjadi di dua balapan terakhir. Tapi saya merasa nyaman dengan motor ini. Kami menjalankan tugas dengan baik nyaris di sepanjang balapan dan menyelesaikannya di posisi kedua," tambahnya.

Dia tentu saja lebih senang jika meraih posisi pertama di balapan. Tapi, dia mengakui membuat kesalahan kecil di tikungan ke-11 itu dan kehilangan posisi terdepan.

"Saya ingin mempertahankan jarak dengan Joan, tapi dia mampu membalap sedikit lebih cepat dibandingkan saya. Tapi kami berada di jalur yang tepat," sebutnya.