Joan Mir: Rasanya Seperti Hidup dalam Mimpi

Joan Mir: Rasanya Seperti Hidup dalam Mimpi

INILAH, Valencia - Gelar juara dunia MotoGP sudah ada di satu genggamannya. Dia mengaku serasa hidup di dunia mimpi saat ini.

Joan Mir berpeluang menjadi pembalap Suzuki pertama yang meraih gelar juara dunia setelah era Kenny Roberts Jr pada dekade 2000-an. Selama ini, gelar tersebut didominasi pembalap Honda, Yamaha, dan sesekali Ducati.

Joan Mir mengukuhkan posisinya di peringkat teratas pengumpulan poin setelah memenangkan Grand Prix Eropa di Sirkuit Valencia, Spanyol, Minggu (8/11). Itu sekaligus kali pertama dia memenangkan sebuah balapan. Kini, dia hanya butuh tambahan 14 poin di dua balapan terakhir untuk memateri gelar tersebut.

"Ini membuat saya merasa sangat bagus. Seperti mimpi. Saya hidup seperti dalam mimpi saat ini. Kini, kelihatannya kami memiliki selisij jarak poin yang cukup besar. Jadi, lihat saja nanti," ujar pembalap Spanyol itu.

Dia merasa belum aman meski berpeluang menjadi pembalap pertama yang mematahkan dominasi Marc Marquez. Pasalnya, masih banyak pembalap yang sama tangguhnya. "Kami harus melihat bagaimana saya menata balapan berikutnya. Tapi kami juga cukup tangguh. Jadi, saya tak terlalu khawatir," sebutnya.

Kemenangan di Valencia juga menjadikan Mir takkan jadi pembalap yang memenangkan juara dunia tanpa memenangkan satu balapan pun. Dia hanya butuh posisi podium di balapan berikutnya, juga di Valencia, untuk memastikan gelarnya.

Bagi Joan Mir, konsistensinya sepanjang musim ini lebih penting daripada memenangkan balapan. "Saya tak khawatir, tapi itu yang membayangi di pikiran, sesuatu yang ingin saya buang," ujarnya saat ditanya bagaimana pentingnya kemenangan pertamanya di balapan musim ini.

Dia menegaskan, kunci suksesnya musim ini adalah pada beberapa balapan di mana dia bukan favorit, tapi masih tetap bisa naik podium. "Dan ketika saya dapat peluang untuk meraih kemenangan, saya wujudkan, seperti hari ini," tambahnya.

Joan Mir menambahkan, di Austria, pada Grand Prix Styrian, dia sejatinya juga punya kesempatan menang. Tapi dia gagal mewujudkannya.

"Kemenangan sudah pasti penting. Tapi, dalam musim seperti ini, (konsistensi) juga bagus. OK, meraih kemenangan bagus, tapi berada di podium juga menyenangkan," tambahnya.