Kerap Melihat Kereta Api, Pria Ini Ciptakan Miniatur Lokomotif

Kerap Melihat Kereta Api, Pria Ini Ciptakan Miniatur Lokomotif
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Berawal dari hobinya melihat kereta api, Jaelani (36), warga Kampung Babakan Amil, Keluarga Nagri Kidul, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta sukses menjadi seorang wirausahawan.

Jaelani bisa dibilang sangat imajinatif dan berbakat. Bagaimana tidak, hanya dari bahan seadanya pria berperawakan kecil ini mampu membuat miniatur kereta api. Tentunya, itu memiliki nilai ekonomis sehingga bisa menghasilkan pundi-pundi uang bagi dirinya.

“Awalnya hobi dan memang saya dari kecil suka kalau melihat kereta api. Lalu, mencoba membuatnya,” ujar Jaelani kepada wartawan, Senin (9/11/2020).

Jaelani membuat miniatur kereta api menggunakan alat sederahana berupa gergaji besi, cutter serta gunting berukuran sedang. Untuk bahan-bahan miniatur kereta api sendiri, tak begitu sulit. Di antaranya, lembaran polivinil klorida (PVC), cat dan sticker yang dipotong sesuai ukuran lokomotif KA berskala 1:80.

“Kalau ukuran dan warna sebetulnya bisa disesuaikan keinginan kita. Ini ukuran panjang 45 sentimeter,” ujar Jaelani.

Jaelani mengaku, awalnya mencoba-coba membuat miniatur kereta api ini pada 2017. Dulu, dia mencobanya dengan menggunakan kardus bekas mie instan. Namun, percobaannya ini sempat gagal. Kemudian, dia mencobanya dengan bahan lain yakni PVC dan akhirnya berhasil.

“Sampai sekarang pakai PVC sebagai bahan dasarnya,” jelas dia.

Sementara, sambung dia, untuk cat didominasi warna putih dan di beberapa bagian terdapat corak merah dan biru yang sangat khas. Kemudian di tambah jendela berwarna dan lampu bagian depan  membuat tampilannya makin menyerupai bentuk asli kereta api itu sendiri.

Menurut dia, Membuat miniatur perahu tidak perlu dibutuhkan keterampilan khusus, hanya saja membutuhkan keuletan dan ketelitian selama proses berlangsung. Dia sendiri, mendapatkan ilmu membuat minitatur kereta api secara otodidak.

“Berbekal informasi di internet kemudian mencoba sendiri untuk membuat miniatur lokomotif kereta api ini,” tambah dia.

Dia menambahkan, untuk menyelesaikan satu miniatur kereta api lokomotif dirinya membutuhkan waktu selama dua hingga lima hari. Akan tetapi jika pemesan ingin segera selesai dua hari pun bisa diselesaikannya.

“Pengerjaannya sepulang kerja, lumayanlah buat nambah pundi-pundi penghasilan. Namun, jika sedang banyak kerjaan, tentu waktunya bisa lebih lama karena hasilnya akan lebih detail supaya mirip dengan bentuk aslinya,” kata dia.

Adapun untuk pemasarannya, ia mengaku memanfaatkan media sosial seperti facebook untuk memudahkan mendapatkan konsumen. Per satu miniatur lokomotif Jaelani mematok harga Rp 200.000 dan satu gerbong Rp150.000.

“Untuk model lokomotif yang pernah dibuat yakni CC206, CC201, CC202, CC203 dan BB304, serta jenis KRD,” ujar dia.

Hasil dari penjualan miniatur kereta api Jaelani meraup keuntungan sekira Rp1 juta hingga Rp3 juta. Konsumennya sendiri, kebanyakan dari luar daerah seperti Lampung, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bandung, Banten, Cianjur dan Jakarta. Pasaran di Purwakarta kurang,” pungkasnya. (Asep Mulyana)