DPRD Kabupaten Cirebon Baru Kelarkan 9 Raperda, Ada Apa?

DPRD Kabupaten Cirebon Baru Kelarkan 9 Raperda, Ada Apa?
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Mendekati akhir tahun ini, DPRD Kabupaten Cirebon ternyata baru menyelesaikan 9 rancangan peraturan daerah (Raperda). Padahal, target yang harus diselesaikan mencapai 28 Raperda. 

Kabag Perundang-undangan Setwan DPRD Kabupaten Cirebon Sucipto mengakui, hingga saat ini hanya 9 Raperda yang sudah disahkan. Namun, rencanahnya ada penambahan 4 Raperda lagi yang akan disahkan menjelang akhir tahun ini.

"Memang baru ada 9 Raperda yang sudah disahkan. Mungkin menyusul 4 Raperda lagi. Mudah mudahan bisa selesai sebelum akhir tahun ini. Kalau target, ya 28 Raperda itu. Soal kendala, silakan saja tanya langsung ke Ketua Bapem Perda," ungkap Sucipto, Senin (9/11/2020).

Terpisah, Ketua Bapem Perda Mukhlisin tidak berada ditempat. Usut punya usut, ternyata seluruh anggota dewan termasuk semua unsur pimpinan sedang mengadakan kunjungan ke beberapa daerah. Sayangnya, beberapa kali dihubungi lewat telepon seluler, maupun pesan WhatsApp, Mukhlisin tidak merespon. Hal yang sama dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Luthfi.

Beruntung, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Rudiana mau memberikan keterangan. Lewat sambungan telepon selulernya, Rudiana beralasan tidak tercapainya target Raperda salah satunya karena ada Covid-19. Dengan adanya Covid-19, justru kinerja dewan dianggap tidak maksimal.

"Kan dengan adanya Covid-19 saat ini kinerja dewan juga tidak maksimal. Anggaran naskah akademik juga otomatis terpotong. Belum lagi kesiapan Raperda dari eksekutif dan legislatif yang belum siap," ungkap Rudiana.

Terkait saat ini banyak kegiatan anggota dewan yang diisi kunjungan, menurutnya wajar. Hal itu karena sejak bulan Maret Sampai Agustus ini, anggota dewan sama sekali tidak pernah kungker keluar daerah. Sementara persetujuan Raperda sendiri, berhubungan erat dengan kegiatan kunjungan.

"Persetujuan Raperda itu berkaitan erat juga dengan kegiatan kunjungan dewan. Baik itu pembahasan Raperda, pembahasan APBD dan lainnya. Jadi ya wajar kalau tahun ini persetujuan Raperda tidak sesuai target," tukas Rudiana.

Data dari DPRD Kabupaten Cirebon menyebutkan, Raperda yang sudah disahkan adalah Raperda tentang Pemakaman Umum, Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS. Lalu
Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Raperda tentang penyelenggaraan Kearsipan, Raperda tentang perlindungan lahan Pertanian pangan berkelanjutan, Raperda tentang Pertangung jawaban APBD tahun anggaran 2019.

Disusul Raperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2020,
Raperda tentang perubahan kedua atas Perda Kabupaten Cirebon nomor 8 tahun 2011, tentang pengendalian menara telekomunikasi,
dan Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah kabupaten Cirebon nomor 12 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah kabupaten Cirebon usulan Pemda

Sementara yang baru akan diantarkan dalam sisa waktu 2 bulan ini berjumlah 4 Raperda, yaitu Raperda tentang tata kelola BUMDes dan pembentukan Holding BUMDes, Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah kabupaten Cirebon nomor 2 tahun 2009 tentang pendidikan Diniyah Takmilyah Awwaliyah (MDTA), Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah kabupaten Cirebon nomor 16 tahun 2007 tentang perusahaan perdagangan dan jasa (PPJ) dan Raperda tentang pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan pemukiman kumuh di kabupaten Cirebon usulan Pemda. (Maman Suharman)