Jodoh Paksa

Jodoh Paksa
Ilustrasi/Net

ADA orang tua yang memaksa anak gadisnya menikah dengan lelaki yang dipilihkan orang tuanya itu. Anak gadis itu menolak dan menjerit ingin lari karena merasa lelaki itu tak cocok untuk dirinya. Orang tuanya mengundang beberapa ustadz dan tokoh adat untuk menasehati anaknya agar patuh kepada orang tua. Lengkap dengan ulasan fadlilah taat pada orang tuanya.

Anak gadis itu bertanya dalam hati untuk sekian lama apakah Islam itu tak mempertimbangkan perasaan dirinya. Lalu dimana keindahan Islam itu. Anak gadis itu menolak karena sesuatu yang sesungguhnya benar, dia tahu persis bahwa lelaki yang akan dijodohpaksakan dengannya adalah pemabok dan panglima gank yang dikenal tak bagus di kota itu.

Ternyata nasehat-nasehat para ustadz dan tokoh berbenturan dengan tembok rasa yang cukup kuat. Orang tuanya bingung dan bercerita pada saya beberapa waktu yang lalu sebagai pengantar minta "suwuk" atau doa khusus agar anak gadisnya mau menerima lelaki itu.

Saya tanyakan dari hati ke hati apa alasan orang tua itu memilihkan lelaki itu untuk anak gadisnya yang sesungguhnya diminati banyak orang. Jawabnya mengejutkan: "hubungan antar orang tua dan urusan harta."

Saya jawab singkat dan kemudian saya pergi: "Orang tua yang baik adalah orang tua yang memilihkan jodoh untuk puterinya dengan pertimbangan demi kemaslahatan puterinya, bukan demi kemaslahatan orang tuanya. Gagalkan dan batalkan." Salam, AIM