Duh... Karena Berhijab, Tim Voli Putri Jabar Batalkan Rencana TC ke Eropa

Duh... Karena Berhijab, Tim Voli Putri Jabar Batalkan Rencana TC ke Eropa
Foto: Muhammad Ginanjar

INILAH, Bandung - Berlatih di luar negeri menjadi pilihan banyak cabang olahraga Jawa Barat agar bisa tampil maksimal di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2021. Tak terkecuali tim voli indoor putri. 

Seperti yang diungkapkan sang kapten Wilda Siti Nurfadilah Sugandi. Menurutnya, berlatih di luar negeri memiliki banyak manfaat salah satunya untuk menguji kekuatan timnya.

"Kalau kemarin-kemarin ngobrol (sama rekan-rekan setim) belum pernah ke Euro. Tapi ada pemboikotan muslim. Dan sebagian besar kita semua berhijab. Jadi yang paling memungkinkan di Jepang," ungkap Wilda di Ruang Kominfo KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (9/11/2020). 

Pelatih tim voli indoor putri Jabar, Risco Herlambang mengatakan sebenarnya Jepang bukan negara yang nampak asing baginya. Sebab pada penyelenggaraan PON XIX 2016 lalu, Jabar melangsungkan program try out di Negeri Sakura. 

Hasilnya, tim voli Jabar berhasil meraih medali emas usai menaklukan tim voli putri asal Jawa Timur dengan skor akhir telak, 3-0.

"Tapi saat itu klub di Jepang pada stop dan mahasiswanya pada ujian. Sehingga kita melawan tim SMA," kata Risco.

Meski demikian, Risco beralasan bahwa try out ke Jepang bukan karena ingin meningkatkan kualitas permainan para atletnya. Sebaliknya dia berkeinginan mengubah perlaku para atletnya.

"Saya ingin memperlihatkan ke mereka bukan volinya, tapi disiplinnya. Karena kalau latihan disini, segalanya disiapkan. Sementara di Jepang, semuanya sendiri-sendiri," katanya.

Selain itu, Risco juga menilai Jepang mampu membuat chemistry para atlet semakin baik. Sehingga akan membuat kerjasama semakin lebih solid. 

"Korea sebenarnya lebih mudah karena ada kerjasama, tapi karena saya sering berangkat ke Jepang dan anak-anak juga memilih ke Jepang," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)