Pengacara Sesalkan Penggiringan Opini Saksi Ahli

Pengacara Sesalkan Penggiringan Opini Saksi Ahli
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Kuasa hukum Agung Dewi Wulansari, Rini Prihandayani sangat menyayangkan ketidak profesionalan saksi ahli yang diakukan jaksa penuntut umum (JPU). 

Dani sapaan karib Rini menyebut jika saksi ahli yang diajukan ke persidangan sangat kentara membela pelapor, dan tampak jelas yang diucapkanya tidak selayaknya seorang ahli dalam menyikapi atau menanggapi sebuah perkara.

"(Di persidangan) saksi ahli telah melakukan penggiringan opini untuk membela pelapor. Tidak berbuat sesuai kapasitasnya sebagai saksi ahli bahasa," katanya, Senin (9/11/2020).

Dalam apa yang disampaikannya di persidangan, lanjutnya, saksi ahli telah membawa perkara ini ke ranah yang berbeda. Padahal, sebagai saksi ahli seharusnya memberikan keterangan sesuai dengan keahlian terhadap perkara yang terjadi.

"Tidak boleh saksi ahli memberikan keterangan di luar dari bidang kesaksiannya," ujarnya.

Saksi ahli yang diajukan JPU, yakni Prof Dr Andhika Dutha menyebutkan, jika terdakwa menjadikan anaknya sebagai kekuatan atau alasan agar perbuatannya itu bisa dilakukan. Padahal belum tentu anaknya itu mengerti sistem peradilan di Indonesia.

Agung Dewi didakwa melakukan tindak Pidana Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat  3 Undang-undang No 19 Taun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik di dakwaan primer. Lalu Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat ‎3 UU ITE pada dakwaan subsidair.

Andrea dihadirkan sebagai saksi meringankan untuk ibunya, yang kini mendekam di Rutan Perempuan Bandung. Dalam kasus ini, Agung Dew‎i menurut jaksa, pada Desember 2018 dan Maret 2019, menulis komentar di postingan akun Facebook Tina Wiryawati, dengan narasi menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan.

"Di balik perbuatan mama, ada sebab dan akibatnya. Apa yang dilakukan mama sebagai bentuk kekecewaan karena sejak bercerai dengan papa, saya belum mendapat haknya," ucap Andrea, saat hadir di persidangan.

Dalam kasus ini, Tina Wiryawati yang merupakan anggota DPRD Jabar itu, bertindak sebagai pelapor yang melaporkan Agung Dewi ke Polda Jabar karena postingan komentarnya.Tina menikah dengan bapaknya Andrea seusai bercerai dengan Agung Dewi.

Andrea mengatakan, orangtuanya bercerai saat usianya 2 tahun. Bapaknya kemudian selang sekian tahun, menikah dengan Tina Wiryawati. Andrea mengaku sulit bertemu bapaknya. (Ahmad Sayuti)