Pantau Terus Potensi Lonjakan Kasus Pasca-Libur Panjang

Pantau Terus Potensi Lonjakan Kasus Pasca-Libur Panjang
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal terus memantau potensi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur panjang yang dimulai pada Rabu (28/10/2020) lalu. Di mana dari hasil rapid tes yang dilakukan kepada 14.000 wisatawan, 500 di antaranya dinyatakan reaktif.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, akan kembali melakukan pengetesan pada pekan depan. Terlebih dari 500 wisatawan yang reaktif tersebut, lima di antaranya dinyatakan positif Covid-19. 

"Dari 14.000 yang dilakukan rapid test ada lima ratusan reaktif dan dari reaktif kurang lebih hanya 5 orang yang apa terpapar positif," ujar Ridwan Kamil, Senin (9/11/2020).

Menurut dia, dengan adanya upaya pengetesan tersebut  mengindikasikan protokol kesehatan di Jabar berjalan dengan baik. Baik itu di pusat pergerakan masyarkat maupun di kawasan wisata.

Ridwan Kamil mengaku, akan kembali melakukan tes pada pekan depan. Hal ini untuk mengetahui apakah terjadi lonjakan kasus Positif Covid-19 yang signifikan atau tidak pascalibur panjang. 

"Kalau tidak ada lonjakan yang sangat signifikan, menandakan kebijakan long weekend ini ternyata baik, bisa menggerakkan ekonomi sambil mempertahankan kedisiplinan 3M," katanya. 

Namun, dia memastikan, bilamana terjadi lonjakan kasus pihaknya akan kian memperhatikan betul upaya antisipasi penyebaran Covid-19 pada momentum libur.  

"Kalau minggu depan terjadi lonjakan tinggi sekali di luar normal, maka potensi penyebaran lewat long weekend ini mungkin menjadi sebuah perhatian," kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan catatan pihaknya, pada pekan ini terjadi penambahan zona merah di Jawa Barat. Di mana terdapat tiga daerah mengalami peningkatan kasus Covid-19, yakni Kota dan Kabupaten Bekasi juga Kabupaten Karawang. 

"Mudah-mudahan itu membaik. dan juga kita melihat kelihatannya kasus yang sembuh kita ini melebihi apa yang dilaporkan, Karena ada mayoritas yang sudah lewat 14 Hari diisolasi Mandiri, belum melaporkan perkembangannya," paparnya. (Rianto Nurdiansyah)

INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal terus memantau potensi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur panjang yang dimulai pada Rabu (28/10/2020) lalu. Di mana dari hasil rapid tes yang dilakukan kepada 14.000 wisatawan, 500 di antaranya dinyatakan reaktif.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, akan kembali melakukan pengetesan pada pekan depan. Terlebih dari 500 wisatawan yang reaktif tersebut, lima di antaranya dinyatakan positif Covid-19. 

"Dari 14.000 yang dilakukan rapid test ada lima ratusan reaktif dan dari reaktif kurang lebih hanya 5 orang yang apa terpapar positif," ujar Ridwan Kamil, Senin (9/11/2020).

Menurut dia, dengan adanya upaya pengetesan tersebut  mengindikasikan protokol kesehatan di Jabar berjalan dengan baik. Baik itu di pusat pergerakan masyarkat maupun di kawasan wisata.

Ridwan Kamil mengaku, akan kembali melakukan tes pada pekan depan. Hal ini untuk mengetahui apakah terjadi lonjakan kasus Positif Covid-19 yang signifikan atau tidak pascalibur panjang. 

"Kalau tidak ada lonjakan yang sangat signifikan, menandakan kebijakan long weekend ini ternyata baik, bisa menggerakkan ekonomi sambil mempertahankan kedisiplinan 3M," katanya. 

Namun, dia memastikan, bilamana terjadi lonjakan kasus pihaknya akan kian memperhatikan betul upaya antisipasi penyebaran Covid-19 pada momentum libur.  

"Kalau minggu depan terjadi lonjakan tinggi sekali di luar normal, maka potensi penyebaran lewat long weekend ini mungkin menjadi sebuah perhatian," kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan catatan pihaknya, pada pekan ini terjadi penambahan zona merah di Jawa Barat. Di mana terdapat tiga daerah mengalami peningkatan kasus Covid-19, yakni Kota dan Kabupaten Bekasi juga Kabupaten Karawang. 

"Mudah-mudahan itu membaik. dan juga kita melihat kelihatannya kasus yang sembuh kita ini melebihi apa yang dilaporkan, Karena ada mayoritas yang sudah lewat 14 Hari diisolasi Mandiri, belum melaporkan perkembangannya," paparnya. (Rianto Nurdiansyah)