Sabu 10 Kilo Tujuan Madura Berhasil Digagalkan Polisi

Sabu 10 Kilo Tujuan Madura Berhasil Digagalkan Polisi
foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram. Dua orang kurir pun berhasil diamankan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat, menjelaskan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman narkotika dari Pekanbaru, Riau. Kemudian, polisi pun melakukan penyelidikan atas informasi tersebut.

Kemudian, Tim dari Subdit II Direktorat Reserse Narkoba yang dipimpin Kasubdit II AKBP Herryanto mendapatkan informasi pengiriman melalui sebuah truk. Alhasil, truk yang membawa puluhan kilogram sabu tersebut berhasil diberhentikan di kawasan tol Cikampek.

"Kemudian kita bawa ke tempat aman dan dilakukan penggeledahan," ucap Rudy saat ungkap kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Selasa (10/11/2020).

Rudy menjelaskan, awalnya petugas sempat kebingungan dengan tempat disembunyikan barang haram tersebut. Namun, dengan upaya yang maksimal akhirnya polisi berhasil menemukan barang haram tersebut di dalam ban serep truk.

"Awalnya kami cemas karena sudah dibongkar dan tidak ditemukan (barang bukti). Namun berkat kejelian, kita bongkar dan didapat kemudian kita bongkar ban serep. Kalau tidak jeli, barang bisa lolos," ungkap Rudy.

Saat dilakukan pembongkaran ban serep, Rudy menyebutkan, petugas berhasil menemukan 10 bungkus kemasan teh Cina dalam ban serep tersebut. Dalam bungkusan itu, didapat narkotika jenis sabu yang berdasarkan hitungan mencapai 10,9 kilogram.

"Berdasarkan keterangan para kurir, rencananya narkotika tersebut akan dikirim ke Madura," tuturnya.

Dalam kasus tersebut, Rudy menambahkan, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku. Keduanya, diketahui sebagai kurir narkotika.

"Keduanya yakni AHD dan OM. Mereka ini kurir," pungkasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2020 Tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati. (Ridwan Abdul Malik)