Harusnya, Keluarga Boleh Menyaksikan Proses Pemulasaran Jenazah Covid-19 

Harusnya, Keluarga Boleh Menyaksikan Proses Pemulasaran Jenazah Covid-19 
istimewa

INILAH, Cirebon - Selama pandemi, sudah ada sedikitnya enam peristiwa penolakan jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 oleh warga di Kabupaten Cirebon. Hal itu dipicu karena minimnya informasi warga terkait protokol kesehatan pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

Harusnya, penolak tidak perlu terjadi karena satuan tugas penanganan Covid-19 sudah terbentuk hingga tingkatan desa. Demikian dikatakan Ketua Bidang Relawan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiyawan, Selasa (10/11/2020).

Iwan menjelaskan, kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat menyebabkan ada gejolak saat pemulasaran jenazah covid-19.  Yang terakhir, penolakan sempat terjadi oleh warga yang medatangi pihak rumah sakit Arjawinangun. Namun setelah dijelaskan tim satgas, akhirnya warga memahami hal itu. 

"Saat ini  satgas bidang relawan sudah membentuk tim hingga penguburan yang terdiri dari 22 anggota per desanya. Sifatnya sendiri sebagai OK (orang per kegiatan) dibayar jika ada kejadian," ungkap Iwan.

Terkait dengan pemulasaran, lanjut Iwan, saat ini ketika ada jenazah yang meninggal akibat Covid-19 bisa dilakukan secara terbuka. Pihak keluarga, diperbolehkan untuk melihat bahkan memandikan. Ini agar tidak ada tuduhan lagi, tentang pemulasaran yang tidak sesuai syariat agama. Bahkan, Satgas merekomendasikan pemakaman jenazah covid-19, ditempat tinggal yang bersangkutan.

"Kalo aturan sekarang, pada saat titik ambulan pengangkut jenazah sampai, maka pengangkut jenazah tidak perlu menggunakan hazmat lagi. Cukup masker dan sarung tangan. Kami ikuti aturan pusat mas," jelas Iwan.

Terpisah, Tim Dokter Forensik Satgas Penanganan Covid-19,  dr Riza Rivani, mengatakan,  jenazah Covid-19 ketika sudah dipetikan memang harus segera dikuburkan. Namun ketika jenazah masih diluar peti, maksimal 24 jam sebelum proses pemulasaran masih bisa ditolelir. Hal itu karena, proses pembusukan  dalam kurun waktu 1 hari atau 24 jam. Ini ditakutkan bau, dan kulitnya mengelupas.

"Kalau sebelum 24 jam, jenazah ya segera dikubur. Kalau di peti itu sudah aman," kata Riza.

Riza menambahkan, kalau keluarga  yang ingin ikut menyolatkan jenazah  positif Covid-19, saat ini  diperbolehkan. Alasannya, jenazah sudah aman. Namun, jangan terlalu lama dipeti, yang artinya setelah disholatkan langsung dikuburkan. 

Sedangkan jika keluarga ingin memindahkan jenazah Covid dari pemakaman umum ke pemakaman keluarga, tetap bisa dilakukan. Namun,  umur jenazah harus sudah tiga bulan dikuburkan. (maman suharman).