Pemkab Purwakarta Mendorong Korban PHK Jadi Pekerja Mandiri

Pemkab Purwakarta Mendorong Korban PHK Jadi Pekerja Mandiri
istimewa

INILAH, Purwakarta – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta, saat ini tengah berupaya supaya perekonomian para buruh yang terdampak pandemic Covid-19 tidak terlalu terpuruk secara signifikan. Terlebih, banyak di antara mereka yang terpaksa nganggur akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kabid Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Purwakarta, Tuti Gantini menuturkan, saat ini jajarannya terus berupaya untuk turut melakukan pemulihan ekonomi masyarakat di wilayahnya. Salah satunya, mendorong para buruh untuk menjadi tenaga kerja mandiri (TKM).

“Kita bantu dengan beragam pelatihan. Tujuannya, supaya mereka bisa tetap produktif dan menjadi pekerja mandiri,” ujar Tuti kepada INILAH, Selasa (10/11/2020).

Tuti menjelaskan, terhitung sejak Januari hingga November ini sudah lebih dari 560 orang telah mengikuti pelatihan di balai latihan kerja (BLK) di dinasnya. Para peserta ini, belum termasuk 40 orang yang saat ini sedang mengikuti pelatihan.

“Untuk yang 40 sekarang, itu kebanyakan para buruh korban PHK. Untuk kegiatan kali ini, kami melibatkan serikat pekerja,” jelas dia.

Dalam program tersebut, sambung dia, para buruh korban PHK ini akan dilatih dan dibina untuk lebih produktif dan diciptakan menjadi tenaga kerja mandiri. Misalnya, menjahit, pelatihan konveksi, digital printing, dan lainnya. Selain pelatihan, mereka juga diberi bantuan untuk alat praktek.

“Untuk pelatihannya, digelar selama tiga hari,” kata dia.

Jadi, sambung dia, yang minatnya menjahit, akan diberi bantuan mesih jahit. Begitupun yang dilatih soal konveksi, itu akan diberi bantuan berupa alat konveksi. Tak hanya itu, selama pelatihan ini para peserta juga akan diberi bekal uang saku, termasuk makan-minum.

Menurut dia, program ini cukup efektif untuk meminimalisasi angka pengangguran di wilayahnya. Karena dengan begitu, akan tercipta warga yang produktif dan memiliki penghasilan sendiri. Adapun tujuan utama dari program ini, tak lain  untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Makanya, sasaran dari program ini yakni mereka yang masih usia produktif, antara 19-29 tahun," tambah dia.‎ (Asep Mulyana)