Usman Sayogi Bangga dan Menghormati Semua Pahlawan Pejuang Kemerdekaan

Usman Sayogi Bangga dan Menghormati Semua Pahlawan Pejuang Kemerdekaan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Calon Wakil Bupati Bandung nomor urut 1, Usman Sayogi mengaku sangat menghormati dan bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki para pejuang kemerdekaan Para pahlawan pejuang kemerdekaan baik itu laki laki maupun perempuan mempunyai peran besar dalam melepaskan Indonesia dari cengkraman penjajah.

"Kita ini punya banyak pahlawan yang berperan besar membebaskan negara ini dari cengkraman penjajah. Termasuk diantaranya para pahlawan perempuan, seperti Dewi Sartika, Cut Nyak Dien dan lainnya. Mereka itulah yang telah berjibaku memerdekaan negara ini, hingga akhirnya kita semua bisa merasakan nikmatnya kemerdekaan," kata Usman di Soreang, Selasa (10/11/2020).

Selain para pahlawan kemerdekaan, kata Usman, juga banyak pahlawan atau pejuang yang turut mengisi kemerdekaan. Diantaranya adalah para kepala daerah terdahulu yang telah berjasa dalam pembangunan, termasuk di Kabupaten Bandung.

"Kabupaten Bandung yang kita cintai ini, tidak akan mungkin begini tanpa adanya peran para pahlawan dan tokoh tokoh masyarakat," ujarnya.

Dikatakan Usman, sejak pusat pemerintahan  di Dalem Kaum, peralihan ke Baleendah dan sampai pindah ke Soreang ini. Berbagai hasil pembangunan tidak akan seperti ini jika tidak ada jasa para bupati terdahulu.

"Bukan cuma itu saja, yang namanya pahlawan itu bukan hanya dimasa penjajahan saja. Melainkan saat ini juga banyak orang orang yang berjasa terhadap negara, baik itu dibidang pemerintahan, seni budaya, olahraga dan lainnya. Seperti dibidang olahraga, kita punya atlet Bulutangkis Taufik Hidayat, atlet silat Hanifan Yudani dan masih banyak lagi," ujarnya.

Usman juga menilai orang-orang yang berjasa besar terhadap masyarakat dapat dikatakan sebagai pahlawan. Termasuk dibidang ekonomi, seperti di Pangalengan ada Haji Adung yang berhasil menggerakan perekonomian masyarakat dengan lahan pertaniannya. Karena meskipun dia berusaha, tapi efek dominonya bisa menggerakan perekonomian dan martabat masyarakat sekitar, bahkan mungkin di Indonesia. 

"Karena hasil produksi kentang dari Pangalengan itu sangat kompetitif dengan dari daerah lain seperti Dieng dan Malang. Dengan begitu, terjadilah nilai harga yang visible, harga kompetitif dan tidak dikuasai kartel," katanya.

Usman berpesan pada masyarakat untuk bisa menjadi pahlawan diri sendiri dan untuk orang lain. Ia mengajak semua orang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, dan menjadi warga negara yang baik. (Dani R Nugraha)