Tim Paslon Bedas Bantah Tudingan Kampanye di Acara Reses Anggota DPR 

Tim Paslon Bedas Bantah Tudingan Kampanye di Acara Reses Anggota DPR 
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Tim advokasi pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan (Bedas) menilai pelaporan yang dilakukan tim advokasi paslon NU Pasti Sabilulungan ke Bawaslu soal dugaan politik uang berupa pembagian sembako saat kegiatan reses Anggota DPR Fraksi PKB Cucun Syamsu Rizal di Kecamatan Paseh beberapa waktu lalu, tidak berdasar. 

"Kami meresponnya, bahwa itu acara resmi reses. Ketika reses selesai diberikan paket sembako dan uang transpor, itu sudah lumrah dan sudah dianggarkan negara. Apalagi ini pembagian sembako yang rutin digelar dan penerimanya adalah anak yatim piatu. Kemudian itu dilakukan melalui struktur partai," kata anggota Tim Advokasi Paslon Bedas Firman Budiawan di Soreang, Selasa (11/11/2020).

Diakui Firman, saat kegiatan reses tersebut, memang terlihat beberapa mobil yang dibranding dengan logo dan gambar paslon nomor 3. Namun demikian mobil mobil tersebut tidak digunakan untuk mengangkut paket sembako. Karena memang mobil mobil tersebut adalah milik para kader yang bersimpati dan sukarela mem-branding kendaraannya dengan paslon nomor urut 3.

Selain itu, lanjut Firman, selama kegiatan reses maupun dalam paket sembako sama sekali tidak ada aktivitas kampanye baik itu ajakan ataupun simbol simbol, seperti stiker dan lain sebagainya. Namun yang ada adalah simbol partai PKB yang memang di Kabupaten Bandung  diketuai oleh Cucun sebagai anggota DPRRI yang tengah menggelar reses tersebut.

"Sembako juga tidak diangkut atau dimobilisasi pakai mobil yang dibranding. Selain itu kita juga sebelum menggelar kegiataan reses sudah ada surat ke Bawaslu dan itu tidak ada masalah. Nah kalau sekarang dipermasalahkan dan diangkat yah jadi lucu," ujarnya.

Firman melanjutkan, dikarenakan Cucun adalah ketua DPC PKB Kabupaten Bandung maka ketika ada kegiatan para pengurusnya dan rombongan partai pasti hadir. Sedangkan mayoritas kendaraam struktur partai dibranding dengan paslon Bedas.

"Jadi kalau ada kegiatan pasti sulit untuk dihindari. Apalagi kalau yang dibranding itu mobil simpatisan itu masul ke wilayah yang sulit dihindari. Dan kalau mau jujur soal mobil yang dibranding itu, justru paslon lain lebih banyak dan masif, tapi kenapa hanya kami yang dipermasalahkan," katanya. (Dani R Nugraha)