Kantor Siliwangi Tirta Pakuan Ditutup Setelah 3 Karyawan Positif Covid-19

Kantor Siliwangi Tirta Pakuan Ditutup Setelah 3 Karyawan Positif Covid-19
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Kantor pusat Tirta Pakuan Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur ditutup selama tiga hari dimulai Rabu (11/11/2020) hingga Jumat (13/11/2020) mendatang. Itu setelah terdapat tiga orang karyawan terpapar covid-19.

"Hari ini masih ada satu orang yang dirawat di Rumah Sakit (RS) dan dua orang isolasi mandiri dirumahnya. Ini dari klaster keluarga," ungkap Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rhino Indira Gusniawan kepada INILAH pada Rabu (11/11/2020) siang.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya menuturkan, kadi yang terkonfirmasi positif itu ada satu orang pegawai yang terpapar dari atasannya. Sedangkan atasannya ini, terpapar dari mertuanya di rumah.

Sehingga, Deni menyimpulkan bahwa kasus Perumda Tirta Pakuan ini, terpapar dari klaster keluarga yang sudah ada. Dua dari tiga orang yang terkonfirmasi positif, lebih lanjut diketahui memang merupakan pasangan suami istri. Sedangkan anak buahnya yang terpapar, bekerja dibagian penagihan.

"Ya, saat ini, selain dilakukan penyemprotan desinfektan, pihaknya juga menjalankan swab test terhadap 15 orang pegawai. Saat ini yang tengah di swab, pegawai di bagian pelayanan pelanggan sebanyak 15 orang. Mudah-mudahan semuanya negatif. Sedangkan untuk pelayanan sendiri, hanya pelayanan pembayaran saja yang dialihkan," tuturnya.

Deni menambahkan, masyarakat yang hendak memabayar, bisa dilakukan di bank yang bekerjasama dengan Perumda Tirta Pakuan dan untuk produksi air tetap berjalan sehingga tidak perlu khawatir masyarakat.

Terpisah, Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim meminta, pelanggan Perumda Tirta Pakuan untuk memeriksakan kesehatannya. Terutama bagi mereka yang dalam sepekan kemarin mengunjungi bagian pelayanan. 

"Untuk pelanggan yang tujuh hari terakhir berinteraksi dengan bagian pelayanan di PDAM dan merasa ada gejala, agar memeriksakan diri secara mandiri dengan rapid test atau swab test," ungkap Dedie.

Dedie juga menjelaskan, kemungkinan besar penularan terjadi karena interaksi di bagian pelayanan. Sehingga penularan bisa saja terjadi dari pelanggan atau internal Perumda Tirta Pakuan sendiri. Namun Dedie memastikan, semua yang terkonfirmasi positif sudah melakukan isolasi mandiri. Sebelumnya, lima orang yang terkonfirmasi positif itu hasil swab sebanyak 36 orang. Dan ada 10 sampai 15 orang lagi yang dilakukan swab hari ini.

"Tracing masih dilakukan. Sekarang karena sudah lebih dari tiga yang terkonfirmasi positif maka sudah masuk kategori klaster," pungkasnya. (Rizki Mauludi)